Rabu, 22 Jul 2026 17:52 WIB

Pemkab Tulungagung Dukung Warga Buka Lahan Pertanian Baru

Lahan pertanian baru di Tulungagung, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno saat meninjau pembukaan lahan pertanian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Lahan pertanian baru di Tulungagung, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno saat meninjau pembukaan lahan pertanian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Tulungagung terus mengalami penyusutan. Berdasarkan pencermatan Dinas Pertanian Tulungagung, penyusutan LP2B banyak disebabkan alih fungsi lahan menjadi perumahan, wisata kuliner hingga wisata desa.

Selain itu, adanya sejumlah proyek seperti pembangunan jalan tol, juga ikut berpengaruh terhadap luasan LP2B.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, setiap tahun luasan lahan pertanian terus mengalami penyusutan. Adanya alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi salah satu penyebabnya.

Untuk itu, pihaknya mendukung langkah warga yang berinisiatif membuka lahan pertanian baru.

"Setiap tahun kita upayakan dan mendorong langkah masyarakat untuk mencetak sawah baru," ujarnya, Kamis (18/07/2024).

Berdasarkan data Dinas Pertanian, pada 10 tahun lalu, total LP2B di Tulungagung mecapai 25.000 hektare, sedangkan saat ini luasan LP2B menyusut menjadi 17.000 hektare. Terdapat 8.000 hektare LP2B yang hilang tanpa ada pengganti lahan.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Ini kita masih lakukan kajian kira-kira dalam setahun bisa membuka lahan pertanian baru berapa hektar," tuturnya.

Menyusutnya luasan LP2B ini tentunya berdampak pada sektor pertanian. Salah satu hal yang bisa dirasakan adalah menurunnya panen petani. Hal ini dikarenakan dalam satu tahun LP2B mengalami masa panen hingga 3 kali.

"Hilangnya LP2B tentu berdampak pada sektor pertanian. Karena LP2B dalam satu tahun bisa panen hingga 3 kali. Selain itu, LP2B juga memiliki irigasi teknis yang baik," terangnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Tak hanya membuka lahan pertanian baru, pihak Pemkab juga memastikan kebutuhan petani seperti pupuk dan peralatan pertanian terpenuhi. Memasuki musim kemarau ini, mereka memastikan bahwa lahan pertanian tetap terpenuhi kebutuhan airnya.

Mereka membagikan sejumlah mesin pompa air untuk membantu mengairi lahan sawah.

"Kita ada bantuan dari pusat berupa mesin pompa air, ini yang akan kita bagikan ke beberapa desa," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.