Minggu, 07 Jun 2026 03:31 WIB

Pemkab Tulungagung Dukung Warga Buka Lahan Pertanian Baru

Lahan pertanian baru di Tulungagung, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno saat meninjau pembukaan lahan pertanian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Lahan pertanian baru di Tulungagung, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno saat meninjau pembukaan lahan pertanian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Tulungagung terus mengalami penyusutan. Berdasarkan pencermatan Dinas Pertanian Tulungagung, penyusutan LP2B banyak disebabkan alih fungsi lahan menjadi perumahan, wisata kuliner hingga wisata desa.

Selain itu, adanya sejumlah proyek seperti pembangunan jalan tol, juga ikut berpengaruh terhadap luasan LP2B.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, setiap tahun luasan lahan pertanian terus mengalami penyusutan. Adanya alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi salah satu penyebabnya.

Untuk itu, pihaknya mendukung langkah warga yang berinisiatif membuka lahan pertanian baru.

"Setiap tahun kita upayakan dan mendorong langkah masyarakat untuk mencetak sawah baru," ujarnya, Kamis (18/07/2024).

Berdasarkan data Dinas Pertanian, pada 10 tahun lalu, total LP2B di Tulungagung mecapai 25.000 hektare, sedangkan saat ini luasan LP2B menyusut menjadi 17.000 hektare. Terdapat 8.000 hektare LP2B yang hilang tanpa ada pengganti lahan.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

"Ini kita masih lakukan kajian kira-kira dalam setahun bisa membuka lahan pertanian baru berapa hektar," tuturnya.

Menyusutnya luasan LP2B ini tentunya berdampak pada sektor pertanian. Salah satu hal yang bisa dirasakan adalah menurunnya panen petani. Hal ini dikarenakan dalam satu tahun LP2B mengalami masa panen hingga 3 kali.

"Hilangnya LP2B tentu berdampak pada sektor pertanian. Karena LP2B dalam satu tahun bisa panen hingga 3 kali. Selain itu, LP2B juga memiliki irigasi teknis yang baik," terangnya.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Tak hanya membuka lahan pertanian baru, pihak Pemkab juga memastikan kebutuhan petani seperti pupuk dan peralatan pertanian terpenuhi. Memasuki musim kemarau ini, mereka memastikan bahwa lahan pertanian tetap terpenuhi kebutuhan airnya.

Mereka membagikan sejumlah mesin pompa air untuk membantu mengairi lahan sawah.

"Kita ada bantuan dari pusat berupa mesin pompa air, ini yang akan kita bagikan ke beberapa desa," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Jember tidak lagi dipandang sekedar daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.