Selasa, 16 Jun 2026 18:35 WIB

Kang Giri Paparkan Hasil PPDB 2024 di Ponorogo: 5 SDN Nihil Siswa

SDN 1 Bajang yang sekolahnya tadk dapat siswa saat PPDB 2024 (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
SDN 1 Bajang yang sekolahnya tadk dapat siswa saat PPDB 2024 (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan data mengenai Penerimaan Peserta Didik Naru (PPDB) 2024 jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN).

Data dari Dinas Pendidikan (Dindik) yang dia terima bahwa hasil PPDB 2024 menunjukkan ada SDN yang tidak menerima siswa baru.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Yang nihil siswa itu ada 5 SDN (Sekolah Dasar Negeri),” ungkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Kamis (18/7/2024).

SDN yang tidak mendapatkan siswa adalah SDN 4 Jurug Sooko, SDN Truneng Slahung, SDN Baosan Lor Ngrayun, SDN 1 Bajang Mlarak, dan SDN Setono.

“Tidak hanya itu, juga ada 4 SDN yang cuma mendapatkan 1 siswa. Sehingga siswa tersebut tak punya teman seangkatan satu pun,” bebernya.

SDN yang mendapatkan 1 siswa adalah SDN 4 Ngadirojo Sooko, SDN 1 Kauman, SDN Sukosari Kauman, dan SDN 2 Nglumpang Mlarak.

Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko mengaku sudah merenung beberapa waktu mengenai mengapa SDN di Ponorogo tidak mendapatkan siswa.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ini bukan hanya terjadi pada PPDB 2024, tetapi juga terjadi pada PPDB 2023 di mana ada 5 SDN yang tidak mendapatkan siswa. Akan tetapi sekolahnya berbeda.

“Pertama saya mencoba kenapa kok kemudian minat sekolah ke SDN kok sepi?” tanyanya.

Kang Giri menelaah beberapa faktor, apakah program Keluarga Berencana (KB) berhasil sehingga tidak ada anak di sekitar sekolah, atau apakah orang tua lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka di SD yang berbasis agama.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Ketika saya bupati, memang ada sekolah berbasis agama, sekarang SD sudah ada program ngaji harus hafal juz amma,” urainya.

Mengenai program mengaji, dua tahun terakhir dia menyebutkan sudah ada wisuda tahfidz dengan rata-rata peserta di atas 3 ribu.

“Memang angka KB berhasil, bayi jarang lahir, sekarang angka kelahiran turun signifikan. Nanti kita (Pemkab Ponorogo) telaah lagi,” pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.