Senin, 15 Jun 2026 03:58 WIB

Nomor WA Ketua DPC Gerindra Lamongan Dibajak, Modus Pinjam Rp10 Juta

Ketua DPC Partai Gerindra Lamongan, Raden Imam. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ketua DPC Partai Gerindra Lamongan, Raden Imam. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aplikasi layanan pesan WhatsApp milik Ketua DPC Partai Gerindra Lamongan, Radem Imam Mukhlisin dibajak oleh orang tidak bertanggung jawab.

Kontak WA tersebut dibajak dan dijadikan senagai alat untuk mencari keutungan dengan memanfaatkan rekan, sejawat dan mitra kerja dari Raden Imam.

Baca Juga: Waspada Modus APK Saat Lebaran, BRI Imbau Nasabah Jaga Rekening

Dalam pesan yang dituliskan, pembajak meminta pinjaman sejumlah uang kepada rekan yang berada di kontrak Raden Imam senilai Rp10 juta dengan alasan tengah membutuhkan talangan dana.

"Bisa pinjam dana 10jt lagi ada perlu buat tf, rek lagi limit enggak bisa transfer, bisa minta tolong transfer in, jam 2 siang nanti diganti," tulis pembajak WA Raden Imam.

Menanggali hal ini, Sekertaris DPC Gerindra Lamongan, Imam Fadeli menegaskan bahwa nomor WA Radem Imam dibajak pada pukul 04.54 WIB, Selasa (16/7/2024) pagi tadi.

"Ya benar dibajak, yang laporan banyak kemungkinan beberapa nama seperti bupati dan rekan lainya dihubungi," ungkap Imam Fadeli, Selasa (16/7/2024).

Usai menuliskan permintaan pinjaman dana, pembajak WA kemudian mengirimkan nomor rekening BRI. 563801035812537 atas nama Sumiyati.

Baca Juga: Enam Solusi Keamanan Digital yang Dihadirkan Telco API Alliance

"Belum ada laporan korban, takutnya ada yang sudah transfer," bebernya.

Imam Fadeli kemudian mengimbau agar warga berhati-hati apabila ada WA dari kontak Radem Imam.

"Mohon diabaikan apabila menerima WA," katanya.

Sejumlah mintra kerja, dari kalangan wartawan juga mengaku mendapat pesan serupa dari WA Raden Imam. Memang awalnya tampak meyakinkan karena kontak tersebut adalah benar nomor lama milik Raden Imam dan bukan nomor baru.

Baca Juga: Pemuda Magelang Bobol 49 Akun, Gasak Rp150 Juta dari AS

Kasus serupa juga kerap terjadi, beberapa bulan yang lalu Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi juga dicatut orang tak bertanggung jawab untuk meminta uang.

Selain itu, Kajari Lamongan yang baru Rizal Edison juga sempat di catut. Bedanya kedua kasus sebelumnya memakai nomor baru.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.