Kamis, 18 Jun 2026 19:13 WIB

Jatim Masih Hujan di Musim Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Ilustrasi. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Di bulan Juli 2024 ini, sepanjang hari beberapa wilayah Jawa Timur masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Padahal, seharusnya telah memasuki musim kemarau.

Siklus ini menambah durasi musim hujan di Jawa Timur semakin panjang. Fenomena kali ini nyaris sama dengan kemarau 2023 lalu, dimana peralihan musim kemarau ke penghujan terjadi secara terlambat.

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Selain Jawa Timur, beberapa wilayah juga diprediksi mengalami hal yang sama. Diantaranya Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Aceh hingga Riau dan Kepulauan Riau.

Kepala BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto mengungkapkan, fenomena ini terjadi karena beberapa faktor. Namun untuk Jatim sendiri, ada beberapa dinamika atmosfer yang terjadi karena Fase La Nina.

"Untuk saat ini secara umum wilayah Jawa Timur memasuki musim kemarau, namun karena adanya pengaruh beberapa faktor dinamika atmosfer seperti fenomena La Nina," ujar Ady, Senin (8/7/2024).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Fenomena tersebut, nampaknya berpengaruh pada Madden Julian Oscillation (MJO) di permukaan langit. MJO adalah suatu gelombang atau osilasi non seasonal yang terjadi di lapisan troposfer yang bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari.

"Pengaruh MJO serta Gelombang Rosby dan Kelvin yang terjadi menyebabkan pasokan uap air di atmosfer masih cukup signifikan," jelas Ady.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

Fenomena inilah yang membuat seakan musim hujan di Jawa Timur semakin panjang. Karena pada kondisi ini, wilayah yang dilaluinya akan mengalami kondisi anomali curah hujan.

"Untuk fenomena La Nina sendiri diperkirakan sampai bulan September," tandas Ady.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.