Selasa, 16 Jun 2026 00:27 WIB

Predator Seksual Incar Korban via Game Online, Anak-anak Rentan Terjebak

  • Penulis :
  • | Senin, 08 Jul 2024 15:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Ruang cyber terutama game online menjadi salah satu media predator seksual mengincar mangsanya. Bagaimana bisa?

Pakar Anak UM Surabaya, Holy Ichda Wahyuni menjelaskan, fitur yang tersedia dalam game online bukan hanya menyajikan permainan semata. Namun memungkinkan user (pengguna) saling berinteraksi dengan pengguna lainnya dari segala penjuru saat berlangsungnya permainan.

Baca Juga: Inferath Hadirkan Update Dimensi Baru Maret 2026

"Kondisi ini membuka peluang bagi para predator seksual mencari mangsa anak-anak sebagai kelompok yang rentan. Melalui tipu daya/tindakan manipulatif, atau yang dikenal dengan istilah child grooming," terang Holy Ichda Wahyuni di laman resmi UM Surabaya, Senin (8/7/24).

Holy menjelaskan, anak-anak menjadi kelompok yang rentan karena anak-anak masih belum dapat berpikir kritis tentang konsep persetujuan (consent).

“Anak-anak dapat dengan mudah terjebak pada bujuk rayu dengan iming-iming yang menarik bagi mereka. Misal fitur game yang dapat mendukung permainan, hadiah, data internet, atau iming-iming lainnya,” lanjut dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UM Surabaya ini.

Baca Juga: 5 Strategi Mengubah Hobi Gaming Jadi Sumber Penghasilan yang Konsisten

Menurutnya telah banyak terjadi, anak-anak yang menjadi korban pornografi karena terjebak dalam manipulasi pedofil pada game online. Seperti kasus anak-anak yang terbujuk mengirimkan gambar fulgar tubuhnya kepada partner game online. Ditambah dengan fitur anonymous, yang membuat para pelaku semakin berani.

Oleh sebab itu, menurut Holy, orang tua harus dapat memberlakukan regulasi dalam pola parenting terutama pada aktivitas screen time. Misal, game apa saja yang bisa diakses oleh anak di usianya. Bahkan orang tua dapat hadir langsung mendampingi anak-anak ketika bermain game. Sehingga upaya pertama adalah membangun interaksi dan pendekatan emsoional yang intens dengan anak-anak.

Selanjutnya, orang tua juga dapat memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya memberikan informasi pribadi kepada orang tidak dikenal, baik identitas maupun foto.

Baca Juga: Foto: Catwalk Fashion Show Perkenalkan Identitas Baru UMSURA

“Edukasi pencegahan seksual sejak dini juga penting untuk dibangun. Tentang perilaku orang lain yang bisa dikategorikan sebagai pelecehan,” katanya.

Terkadang, bagi sebagian orang tua, obrolan tentang hal di atas terkendala dengan batasan tabu. Padahal sudah saatnya orang tua menormalisasi edukasi tentang literasi digital yang aman, serta pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.