Senin, 15 Jun 2026 01:33 WIB

Kirab Pusaka Ponorogo pada Peringatan 1 Suro, Perjalanan Lintas Sejarah

Kirab pusaka Kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kirab pusaka Kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - 5 pusaka Kabupaten Ponorogo diarak pada Peringatan 1 Suro. Kirab pusaka melakukan rute dari makam Batoro Katong (kota lama) hingga Alun-Alun Ponorogo (kota tengah). Melalui Jalan Niken Gandini, lalu ke Jalan Batoro Katong.

Dari Jalan Batoro Katong, arak-arakan pusaka berlanjut ke Jalan K.H Ahmad Dahlan. Lanjut ke Jalan HOS Cokroaminoto. Kemudian Jalan Letjend Suparapto, lalu ke Jalan Alun-alun Ponorogo, mulai Sabtu (6/7/2024) dini hari.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kirab pusaka Grebeg Suro 2024 kali ini berbeda. Jika sebelumnya hanya tiga pusaka yang diarak, kali ini total ada lima pusaka yang diarak.

Tiga pusaka yang selalu diarak jelang 1 Suro adalah Payung Songsong Kyai Tunggul Wulung, Tombak Kiai Tunggul Nogo, dan Sabuk Angking Cinde Puspito. Selain itu, ada dua pusaka baru, yaitu Kiai Pamong Angon Geni dan Tombok Kiai Bromo Geni.

Awalnya, lima pusaka tersebut diambil dari makam Batoro Katong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, kemudian dibawa oleh para demang (kepala desa) di Kecamatan Jenangan

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) turut mengikuti arak-arakan dengan naik kuda. Mengikuti di belakangnya, rombongan kepala dinas, camat serta sekolah di Kabupten Ponorogo

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sepanjang jalan, warga berkerumun menunggu arak-arakan pusaka milik Kabupaten Ponorogo yang dibawa dari kota lama ke kota tengah sejauh 7 kilometer. Setelah sampai di kota tengah (Alun-alun Ponorogo), pusaka-pusaka tersebut dijamas.

“Sebetulnya kirab pusaka ini adalah bukti penghormatan kepada leluhur kita yang berjuang mendirikan Ponorogo,” ungkap budayawan Ponorogo, Sunarso, Sabtu (6/7/2024).

Kirab pusaka merupakan wujud melestarikan budaya Ponorogo. Kirab bedol pusoko, yang merupakan pra acara kirab pusaka, menambah nilai sakral dalam kegiatan Grebeg Suro.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Prosesi kirab pusoko menggambarkan perpindahan Kabupaten Ponorogo di era eyang Mertohadi Negoro pada tahun 1937, menggambarkan perpindahan dari kota lama ke kota tengah,” jelas Sunarso.

Kirab pusaka diakhiri dengan jamasan pusaka, yaitu tradisi merawat dan menghargai peninggalan leluhur secara simbolis setahun sekali. Setelah jamasan, pusaka-pusaka tersebut akan disimpan di rumah dinas bupati di tempat yang khusus.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.