Jumat, 12 Jun 2026 05:52 WIB

Pilbup Jember 2024, Pengamat Nilai Wakil dari Pesantren Bukan Jaminan

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 06 Jul 2024 08:25 WIB
DR. Wildan Hefni pengamat politik dari UIN KHAS Jember (dok. Humas UIN KHAS Jember)
DR. Wildan Hefni pengamat politik dari UIN KHAS Jember (dok. Humas UIN KHAS Jember)

jatimnow.com - Dalam kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember 2024, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, DR. Wildan Hefni menilai, sosok wakil dari kalangan pondok pesantren bukanlah jaminan. Masyarakat yang semakin cerdas, cenderung melihat rekam jejak calon.

Saat ini di Jember, memang banyak calon telah bermunculan, seperti Muhammad Fawait, incumbent Hendy Siswanto, dr. Faida, dan H. Nanang Handono Prasetyo. Namun, tidak satupun dari nama-nama tersebut mendeklarasikan pasangan mereka.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Hanya pasangan jalur independen atau perseorangan yang hadir dalam satu paket, yakni Mochammad Jaddin Wajad dan Arismaya Parahita.

Sejumlah pihak menilai, wakil dari kalangan pesantren adalah yang paling pas.

DR. Wildan Hefni pun tak menampik bahwa memang tingkat keterpilihan dan popularitas di Jawa Timur kalangan pesantren di atas rata-rata, karena segmentasi masyarakat kepada tokoh pesantren sangat kuat. Namun, kapasitas calon juga sangat mempengaruhi.

"Tapi untuk kemudian kans keterpilihannya menjadi cawabup hingga terpilih, itu tetap lari kepada kapasitas sendiri," ungkap pria yang memperoleh gelar Doktor Bidang Pemikiran Ilmu Politik Islam di UIN Syarif Hidayatullah itu, Jumat (6/7/2024).

"Karena persoalan kepemimpinan itu bukan satu sisi persoalan administratif, itu menjadi baru ujicoba juga, punya pengalaman apa tidak untuk menjadi seorang pemimpin," sambung Wildan. 

Di samping itu, menurut Dosen UIN KHAS Jember, setiap tim memiliki tim survey untuk melihat popularitas, elektabilitas dan kapasitas dari calon pesantren tersebut. 

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Bahkan mungkin juga, pikiran masyarakat sekarang sangat cerdas, tidak melihat dari latar belakang pesantren atau tidak. 

"Mungkin sekarang mengalami penurunan, jadi mereka bisa melihat rekam jejak dan kapasitas," tutur Wildan. 

Banyak pemilih menilai, sosok pemimpin keagamaan dari pesantren memiliki daya tarik yang mengayomi. 

"Menurut saya seorang pemimpin tidak bisa diukur hanya gara-gara itu saja, mungkin bisa rekam jejak atau kapasitas," akunya. 

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Memang, belakangan dari pesantren menjadi sosok pimpinan pada instansi tertentu, yang sifatnya masih sangat sempit. Tentu juga ada ujian, apakah tokoh pesantren punya rekam, jejak pengalaman seperti apa.

Secara idealis menempatkan seseorang yang tidak punya rekam jejak, tidak punya pengalaman, tidak punya kapasitas dan lain sebagainya, masuk dalam dunia birokrasi menurutnya masih belum cukup. 

"Kita juga tidak tahu, bagaimana peta politik atau mungkin sudah ada penataan nama-nama yang beredar untuk mencari Cawabup," urainya. 

"Karena setiap calon, pasti menginginkan menang dan tidak sekedar coba-coba," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.