Selasa, 23 Jun 2026 16:19 WIB

Dinas Pertanian Jember Jawab Kritikan DPRD soal PPL yang Dinilai Kurang Ideal

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 06 Jul 2024 07:40 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember Imam Sudarmaji. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember Imam Sudarmaji. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keberadaan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kabupaten Jember dinilai kurang ideal. Sebagai ujung tombak urusan pertanian, jumlah PPL di masing-masing desa/kelurahan seharusnya terpenuhi.

Kritik itu disampaikan Fraksi Gerindra Alfian Adri Wijaya dalam rapat paripurna DPRD Jember, Pengesahan Raperda RPJPD menjadi Perda RPJPD Jember tahun 2025-2045.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

"Omong kosong jika Bupati Jember berbicara kesejahteraan petani di Kabupaten Jember dalam RPJPD jika hal urusan paling mendasar PPL pada Dinas Pertanian Jember hanya berjumlah 100an lebih sedikit," katanya, Kamis (4/7/2024).

PPL menurut DPRD menjadi bagian penting dengan perannya mengedukasi masyarakat dan melakukan sosialisasi, serta menjadi ujung tombak kemajuan pertanian di Kabupaten Jember.

"Seharusnya, idealnya jumlah PPL di masing-masing desa/kelurahan terpenuhi semua," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember Imam Sudarmaji mengatakan, memang dulu jumlah PPL mencapai 180an dan sekarang sudah berkurang hingga menjadi 166 orang. Selain pensiun, menurutnya ada yang meninggal dunia.

"Ada yang sudah pensiun dan bahkan kemarin ada yang meninggal satu. Kan untuk PPL khusus harus punya sertifikasi PPL," jelasnya.

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG di Jember Geruduk Kantor DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

"Misalkan ada pengangkatan yang baru, memang khusus untuk PPL. Jadi bukan tenaga biasa lalu bisa dijadikan PPL. Tidak bisa, itu fungsional," sambungnya.

Untuk menjadi PPL bukan hanya ASN ataupun PPPK, akan tetapi ada kompetensi di penyuluh.

"Jadi misal ada ASN yang lain, mau masuk ke penyuluh, harus kita lakukan diuji keterampilan dulu. Dilatih baru dilaporkan, jadi prosesnya masih butuh panjang juga," ulas Imam.

Jadi untuk saat ini, petugas PPL yang berjumlah 166 orang sebagian ada yang merangkap. Jadi desa atau kelurahan yang berdekatan digabung, sesuai dengan keterampilan petugasnya.

Baca Juga: Kodim 0824 Jember Fasilitasi Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis

"Jadi desa/kelurahan ada PPL nya semua. Sudah kita bagi tugas walaupun merangkap," terangnya.

Untuk menambah jumlah PPL, lanjut Imam, tidak serta-merta menambah petugas, namun harus berkoordinasi dengan BKSDM karena berkaitan dengan kepegawaian.

"Kekurangan PPL itu sudah kita ajukan. Tapi juga menyesuaikan dengan kemampuan daerah untuk mengangkat PPPK maupun ASN. Kabupaten lain PPL juga banyak yang berkurang," tandas Imam.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.