Selasa, 16 Jun 2026 05:59 WIB

Pemkot Probolinggo Larang PKL Jualan di Jalan Ini, Begini Alasannya

Jalan Cokroaminoto Kota Probolinggo yang harus steril dari PKL.
Jalan Cokroaminoto Kota Probolinggo yang harus steril dari PKL.

jatimnow.com - Pemkot Probolinggo larang Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di sepanjang Jalan Cokroaminoto mulai Kamis (20/9/2018).

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Agus Effendi mengatakan, para PKL itu tidak boleh berjualan pada bahu jalan kiri dan kanan di jalan tersebut.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Alasannya, PKL yang berjualan di sana, dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2011 tentang ruas jalan bebas dari PKL.

"Kami sudah melayangkan surat peringatan kedua kalinya kepada PKL. Untuk penertibannya akan dilakukan pada Kamis (20/9/2018)," katanya kepada jatimnow.com, Selasa (18/9/2018).

Selain melanggar Perda, PKL yang ada di jalan itu menjadi penyebab kemacetan.

Apalagi, Jalan Cokroaminoto tergolong jalan yang sempit.

"Selain itu juga menggangu keindahan tata wilayah kota ," ungkap Agus Effendi.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Untuk tempat relokasinya, Satpol PP Kota Probolinggo akan menawarkan pada PKL untuk berjualan di tempat lain yang tidak berbenturan dengan Perda.

"Salah satunya yang akan ditawarkan kepada mereka, yakni berjualan di Jalan Mastrip selatan Bundaran Glatser," ujarnya.

Jika setelah ditertibkan masih ada PKL yang bandel, Satpol PP tidak segan-segan bertindak tegas.

"Jika masih ada PKL yang bandel maka kami akan mengambil tindakan tegas," ujarnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Sebelumnya, di Jalan Cokroaminoto, memang banyak para PKL yang mangkal berjualan.

Jumlah PKL yang ada di sana kurang lebih sekitar 80 orang . PKL yang mendominasi berjualan yakni pedagang buah dengan menggunakan kendaraan.

Editor : Edwin Fajerial
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.