Kamis, 18 Jun 2026 07:45 WIB

Muhammadiyah Bangun 670 Rumah untuk Bantu Korban Gempa Lombok

Pembangunan rumah hunian sementara oleh Muhammadiyah
Pembangunan rumah hunian sementara oleh Muhammadiyah

jatimnow.com - Muhammadiyah membangun 670 rumah hunian sementara (huntara)pascagempa Lombok.

Penyediaan rumah tersebut untuk membantu korban gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

“Yang sudah terbangun 399 unit. Target kami bisa tuntas tiga bulan ke depan,” ujar Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah Arif Nur Kholis, kepada jatimnow.com, Selasa (18/9/2018) sore.

Rumah huntara yang dibangun Muhammadiyah berukuran 6 x 4 meter persegi, tinggi 2,5 meter.

Biaya pembangunannya mencapai Rp 7,2 juta setiap unitnya.

Fasilitasnya berupa satu kamar tidur dan satu ruang keluarga.

Penyediaan huntara tersebut disediakan untuk tempat tinggal sementara sambil menunggu bantuan rumah permanen dari pemerintah.

Selama ini, warga tinggal di tenda-tenda pengungsian karena rumahnya hancur akibat gempa.

Ketua MDMC Jawa Timur Rofii mengatakan, pembangunan huntara ini membutuhkan waktu sekitar lima jam per unitnya.

“Kami masih terus melakukan proses pembangunan hingga sekarang. Kami baru seminggu untuk membangun huntara di sana,” tegasnya.

Huntara, kata Rofii memiliki sirkulasi yang bagus sehingga layak untuk dijadikan tempat tinggal pengungsi.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

“Rumah ini bisa bertahan dua sampai tiga tahun,” tutur Rofii.

Dia lalu menjelaskan, huntara menggunakan bahan-bahan bangunan dari bekas rumah pengungsi yang roboh.

Sedangkan, bahan-bahan lain didatangkan dari Surabaya, Bali, dan Lombok.

“Untuk atap kami beli di Bali. Sedangkan rangka atap kami datangkan dari Surabaya, sebagaian lagi dari Lombok. Ini karena kami mempertimbangkan masalah harga,” ujarnya.

Rofii menambahkan, huntara dibangun di lahan milik warga pengungsi.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Harapannya agar mereka lebih nyaman dan aman.

“Kami membangun berdasarkan pertimbangan aspirasi warga berebut,” ujarnya.

Selain huntara, Muhammadiyah juga membangun 6 masjid yang runtuh dan 6 klinik kesehatan di Lombok.

Ada juga 110 paket pembuatan MCK, 2 unut tandon air, 2000 meter pipanisasi, 5 sumur bor, dan 6 paket penjernih air.

“Saat ini, sedikitnya 600 relawan Muhammadiyah masih bertahan di Lombok untuk mendampingi para pengungsi korban gempa. Mereka fokus membantu rehabilitasi darurat pascagempa yang menewaskan 515 orang tersebut,” tandas Rofii.

Editor : Edwin Fajerial
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.