Rabu, 17 Jun 2026 13:33 WIB

65.000 Jamaah Hadiri Haul Gus Miek ke-32 di Ploso Kediri

  • Penulis :
  • | Jumat, 21 Jun 2024 08:15 WIB
Haul Gus Miek ke-32. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Haul Gus Miek ke-32. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - 65.000 jamaah dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam acara Haul KH Hamim Thohari Djazuli atau Gus Miek ke-32 di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Kamis (20/6/2024) malam. Jumlah ini meningkat tajam dari haul sebelumnya.

Penasihat Moloekatan Gus Miek Cholil Hasyim menyebut, tahun sebelumnya jamaah diperkirakan hanya sebanyak 45.000. Mereka mengikuti rangkaian acara yang dimulai sejak Subuh sampai puncaknya yang ditutup dengan doa Khotmil Quran.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Juga ada Ihda’ul Fatihah, pembacaan Syi’ir Ya Halim Ya Hannan oleh cucu Gus Miek yakni KH Thuba Topo Broto Maneges atau yang akrab disapa Gus Thuba di antara rangkaian acara itu.

“Jadi mulai salat Subuh berjamaah kemudian pembacaan Al-Quran dilanjutkan dengan salat Dhuha, Dhuhur, Ashar hingga Maghrib berjamaah,” jelas mantan wakil rektor Universitas Darul Ulum Jombang itu.

Tahun ini, menurut Cholil tema yang dipilih dalam Haul Exclusive Gus Miek ini adalah menanggulangi pecah belah umat, Gus Miek juga sudah mewarisi segitiga pengaman yaitu sema’an Alquran dan Dzikrul Ghofilin dengan harapan jemaah bisa koreksi dan mawas diri.

“Harapannya adalah jamaah sema’an Al-Quran ini harus betul-betul merasa tidak punya apa apa, hanya punya Allah SWT, itu harapan beliau sehingga tidak merasa lebih baik daripada orang lain, itu untuk menciptakan persatuan kesatuan,” jelasnya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Jamaah semaan Al-Quran ini juga harus mampu menyeimbangkan antara hubungan vertikal dengan hubungan horizontal. Ini harapan dari Gus Miek sendiri, jadi beliau ini adalah sosok perindu yang dicintai banyak orang dari kalangan apapun dan dari berbagai latar belakang apapun,” sambungnya.

Tentang Gus Miek, Cholil menyebutnya sebagai ulama yang kharismatik. Kiai kondang itu memiliki cara dakwah yang sangat unik dan berbeda dengan kiai-kiai yang lain.

“Gus Miek ini juga seringkali dihina, diejek, dicaci-maki, diolok-olok, dibicarakan hal-hal yang jelek, beliau menghadapi dengan senyuman dan kasih sayang,” terangnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940. Putra pasangan KH Ahmad Djazuli Usman dan Kyai Rodliyah, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Mojo itu menguasai beberapa kitab.

Gus Miek wafat pada 5 Juni 1993. Makam Hafidz tersebut bersanding dengan makam sang istri Nyai Lilik Suyati yang wafat pada 6 Oktober 2019 di Tambak, Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang tahun ini juga diperingati sebagai haul ke-5.

Gus Miek, diyakini sebagai kiai dengan karomah wali. Sebagai kekasih Allah, Gus Miek punya banyak kelebihan di luar nalar. Dalam berbagai literasi, karomah Gus Miek cukup beragam. Salat di atas daun pisang hingga tenggelam ke sungai saat memancing dan bertemu Nabi Khidir.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.