Kamis, 18 Jun 2026 06:51 WIB

Burung Perkutut Bikin Pria di Ponorogo Raup Cuan Ratusan Juta Rupiah

Ismail Gambir dengan burung perkutut peliharaannya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Ismail Gambir dengan burung perkutut peliharaannya. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ismail Gambir, warga Kelurahan Tonatan, Ponorogo, telah meraup sukses dari hobinya memelihara burung perkutut.

Setiap bulan, pria berusia 55 tahun ini mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah, bahkan sampai ratusan juta jika burung perkutut yang dipeliharanya laku dijual.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sejak pagi, Ismail Gambir mengawali hari dengan menjemur ratusan burung perkutut peliharaannya.

Ismail mengungkapkan bahwa apa yang dimulai sebagai hobi, akhirnya bertransformasi menjadi sumber penghasilan yang signifikan baginya. Dia memulai bisnis ini sejak tahun 2017, setelah beralih dari memelihara burung berkicau.

"Awalnya hobi dan kemudian menghasilkan cuan,” ungkap Ismail sambil berkelakar, Kamis (20/6/2024)

Tak hanya memberi makan dan menjemur 200 burung perkutut yang dipeliharanya, Ismail juga secara rutin memandikan mereka seminggu sekali.

“Selain berjemur, tentu burung ini mandi,” terang Ismail kepada jatimnow.con.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurutnya, memelihara burung perkutut relatif lebih mudah dibandingkan burung berkicau lainnya karena perawatannya yang sederhana.

"Saat ini ada 58 kandang dengan total 300 burung perkutut yang dipelihara," paparnya, seraya merahasiakan kiat suksesnya dengan senyum.

Ismail mengakui bahwa harga jual burung perkutut yang dipeliharanya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga mencapai Rp3,5 juta per ekor.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Omset saya pernah mencapai Rp100 juta per bulan, terutama saat pandemi COVID-19," tambahnya.

Dengan keberhasilannya ini, Ismail berharap bisa menginspirasi orang lain untuk memanfaatkan hobi mereka sebagai sumber penghasilan yang potensial.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.