Minggu, 14 Jun 2026 13:38 WIB

Menanti Wajah Baru Pasar Karah Surabaya, Lebih Modern dan Bersih

Proses pembangunan Pasar Karah Baru. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)
Proses pembangunan Pasar Karah Baru. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

jatimnow.com - Pemkot Surabaya telah menyiapkan tempat baru untuk pedagang Pasar Karah. Lokasinya, tidak jauh dari Pasar Karah yang sudah ada sebelumnya. Tepatnya berada di Jalan Karah Lapangan Belakang, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bangunan Pasar Karah yang baru ini akan mengusung konsep pasar bersih dan modern. Pasar Karah nantinya dijadikan sebagai percontohan pasar-pasar lainnya di Kota Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Eri menerangkan, tahap pembangunan Pasar Karah yang baru ini sudah mencapai 90 persen. Nantinya, pasar ini akan dikelola secara langsung oleh pemkot melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya.

Tidak hanya Pasar Karah, lanjut Cak Eri, ada juga pasar lainnya yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan di Kota Surabaya. Diantaranya adalah Pasar Kembang, Pasar Pucang, dan Pasar Simo.

"Nah pasar itu yang di bawah pengelolaannya PD Pasar Surya, jadi ada sekitar 5 pasar yang dilakukan perbaikan. Karena pasar itu juga harus disentuh pembangunannya, jadi orang ke pasar itu nyaman," kata Eri, Sabtu (15/6/2024) lalu.

Tidak hanya memindah pedagangnya, Eri juga akan melakukan pembinaan terhadap pedagang Pasar Karah. Agar konsep pasar modern dan bersih itu dapat terwujud.
“Pedagangnya juga kita latih, kita arahkan. Saya kan juga iri dengan pasar swasta, masa pasar swasta bisa, lah ini pemerintah kota nggak bisa,” ujar Eri.

Rencananya, akan ada sekitar 220 pedagang Pasar Karah yang direlokasi ke bangunan Pasar Karah yang baru. Rinciannya, ada 200 pedagang yang berjualan di dalam, dan 20 pedagang lainnya berdagang sembako di luar pasar.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Ia meminta kepada jajarannya untuk memperhatikan detail-detail pada setiap pembangunan pasar tersebut. Mulai dari segi sirkulasi udara, lantai, hingga resapan airnya harus dirancang sebaik mungkin.

Dengan begitu, lanjut Eri, maka stigma pasar tradisional yang terkesan kumuh, becek, dan bau, akan hilang di Kota Surabaya.

"Saya itu inginnya, ketika orang datang ke pasar yang beli itu nyaman, yang berjualan juga nyaman. Nggak angger mbangun pasar, terus dadi (tidak asal membangun pasar, kemudian jadi), begitu tidak,” tutur Eri.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.