Selasa, 23 Jun 2026 02:07 WIB

Survei Jelang Pilkada 2024, Warga Lamongan Cenderung Tunggu Serangan Fajar

PSDK Unisda Lamongan saat menyampaikan hasil survei. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
PSDK Unisda Lamongan saat menyampaikan hasil survei. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kerawanan atau kecurangan Pilkada dalam bentuk politik uang masih cukup tinggi di Lamongan. Fakta itu diungkap oleh Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDK) Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Selasa (12/6/2024).

Ini artinya politik uang masih menjadi faktor penentu di balik alasan warga menjatuhkan pilihannya kepada salah satu calon kepala daerah.

Baca Juga: Diduga Karena Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Lamongan

Dari data yang dihimpun, 34 persen dari 1.200 koresponden menyatakan bersedia menerima uang dan memilih calonnya. 28 persen menerima uang dan memilih calonnya tapi tidak berdasarkan hati.

6 persen menyatakan menerima tapi tidak memilih calonnya. Sementara kesadaran untuk tidak menerima uang hanya 5 persen.

"Faktor politik uang tinggi ini berkaca dari pemilu serentak kemarin. Jadi masyarakat kita masih sangat permisif terhadap politik uang, bahkan siapa yang memberi uang itu yang akan dipilih," kata Peneliti PSDK Unisda, Ahmad Sholikin, Rabu (12/6/2024).

Selain faktor tersebut, kata Sholikin, adalah rendanya literasi pendidikan politik yang dilakukan partai politik kepada masyarakat.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Partai politik tidak gencar melakukan pendidikan politik. Setelah mereka menang kandidiat atau anggota parpol terpilih mereka lupa dan mereka turun hanya waktu-waktu tertentu saja," terangnya.

Sholikin membeberkan bahwa besaran nominal umum yang bisa menggiring pemilih adalah di atas Rp20 ribu, kemudian nominal di angka Rp100 ribu.

"Nominal di atas Rp100 ribu sangat tinggi diinginkan masyarakat itu berkaca pada pemilu bulan Februari kemarin," urainya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Sementara itu, hasil untuk elektabilitas calon kandidat. Nama Yuhronur Efendi masih unggul di angka 35 persen, disusul Abdul Ghofur dengan 15 persen dan Suhandoyo 12 persen.

Sementara itu, nama kandidat lain seperti Abdul Rouf, Khusnul Yakin, Debby Kurniawan, Ahmad Shandy mendapat angka dibawah 5 persen.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.