Senin, 22 Jun 2026 04:08 WIB

Makna dan Filosofi Si Mbois, Maskot Baru KPU untuk Pilwali Surabaya 2024

Komisioner KPU Surabaya Subairi saat merilis maskot 'Si Mbois' di Kantor KPU Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Komisioner KPU Surabaya Subairi saat merilis maskot 'Si Mbois' di Kantor KPU Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - KPU Surabaya telah merilis maskot untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2024. Maskot untuk kontestasi lima tahunan kali ini menggunakan gambar buaya yang lekat dengan ikon Kota Pahlawan.

Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Subairi mengatakan, maskot Pilwali kali ini bernama Si Mbois. Kata ini merupakan akronim dari siap memilih dan berdemokrasi untuk Surabaya.

Baca Juga: Gerak Cepat PSI Surabaya, Bentuk Pengurus DPC dan Dialog Bersama KPU

"Nama itu, sekaligus menjadi doa kita bersama agar pelaksanaan Pilwali Kota Surabaya 2024 berjalan demokratis lancar dan sukses. Si Mbois ini merupakan karakter buaya yang jadi ikon yang melekat untuk Kota Surabaya," kata Subairi, Selasa (11/6/2024).

Maskot kali ini memiliki filosofi semangat, cerdas ramah dan bijaksana. Pengambilan kata Mbois sendiri menurut dia agar lebib dekat dengan milenial. Terlebih, dalam bahasa Suroboyoan, kata ini juga kerap dipakai oleh anak muda karena memiliki arti keren.

"Itu juga jadi sangat milenial dengan pernik kacamata menjunjung tinggi kearifan budaya lokal, di situ pakai baju lengan panjang kasual dengan jarik. Jarik itu motifnya semanggi yang merupakan khas kota Surabaya," ucap Subairi.

Baca Juga: KPU Surabaya Aktif Jalin Komunikasi dengan Partai Politik

Desain lain yang juga mewakili Surabaya menurut dia adalah udengnya. Udeng itu menurut dia mencerminkan karakter warga Surabaya sebagai warga Kota Metropolitan yang cerdas, peduli, dan bijak dalam menentukan calon pemimpinnya di Pilwali 2024 nanti.

"Jadi, ada udeng yang dipakai itu melambangkan udeng khas Kota Surabaya. Juga ada dandanan milenial juga," ujarnya.

Baca Juga: KPU Surabaya Tetapkan Kemenangan Eri Cahyadi-Armuji, Raih 81,38 Persen

Melalui maskot ini, Subairi mengharapkan, partisipasi pemilih bisa lebih meningkat lagi di Surabaya. Utamanya, dalam menggaet kalangan pemilih pemula agar mau menyalurkan hak pilihnya dalam Pilwali nanti.

"Kita kenalkan ke publik dengan harapan semuanya bisa menjadi bagian sosialisasi meningkatkan partisipasi masyarakat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.