Selasa, 16 Jun 2026 15:43 WIB

Disnak Bangkalan Cek Kesehatan Hewan Kurban mulai H-7 Idul Adha

Pemantauan hewan qurban (dok. Disnak Bangkalan for jatimnow.com)).
Pemantauan hewan qurban (dok. Disnak Bangkalan for jatimnow.com)).

jatimnow.com - Dinas Peternakan Bangkalan mulai menugaskan tim pemantau hewan kurban untuk melakukan pengecekan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelayakan hewan kurban untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Siti Sumirah mengatakan, pihaknya mulai melakukan pengecekan di sejumlah tempat.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

"Kami mulai bergerak dari H-7 ini sampai nanti lebaran kurban," ujarnya, Selasa (11/6/2024).

Ia mengatakan dalam pemeriksaan saat ini, pihaknya mengecek kesehatan fisik dan perilaku hewan kurban. Hal ini bertujuan agar hewan kurban yang dijual bisa dipastikan kelayakannya.

"Mulai H-7 sampai H-2 kami cek fisik dan sikapnya. Jadi kami lihat kesehatan bulu, kulit, kuku dan mulut ternak yang akan dikurban," imbuhnya.

Setelah itu pengecekan pada H-1, petugas akan melakukan pengecekan antemortem di sejumlah tempat yang akan melakukan penyembelihan.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

"Kesehatan hewan yang akan disembelih akan kami cek. Pengecekan akan dilakukan di masjid atau yayasan atau tempat yang akan melakukan penyembelihan," Jelasnya.

Setelah itu, padah hari H Idul Adha akan dilakukan pemeriksaan post-mortem atau pemeriksaan pada organ dalam sapi dan kambing yang sudah disembelih.

"Disana akan kelihatan apakah jerohannya ini normal atau tidak. Jika normal maka itu layak konsumsi dan aman," tuturnya.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo

Ia mengaku, sampai saat ini belum ditemukan hewan kurban yang tidak layak atau tidak sehat. Menurutnya, para peternak sudah lebih memahami pentingnya kesehatan hewan.

"Untuk lebih aman, masyarakat bisa membeli hewan kurban yang sudah dipasang eartag karena itu sudah melalui proses pemeriksaan dan vaksin,"pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.