Rabu, 17 Jun 2026 17:40 WIB

Guru Swasta Bakal Digaji UMR, Sekolah Diminta Serahkan Anggaran Biaya

Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana Saat di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (17/9/2018).
Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana Saat di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (17/9/2018).

jatimnow.com - Gaji guru untuk SD dan SMP swasta di Kota Surabaya akan disesuaikan dengan upah minimum regional (UMR) Surabaya. Untuk itu, pihak sekolah SD dan SMP se Surabaya diminta agar segera menyerahkan rencana anggaran biaya (RAB) ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan untuk guru swasta nantinya akan dimasukkan dalam skema APBD. Nilai totalnya, ia mengaku belum melihatnya karena masih dalam proses penghitungan dan input yang dilakukan oleh tim anggaran.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Saya masih belum melihatnya ya, itu masih dihitung dan dimasukkan oleh tim anggaran. Untuk PAK pun juga sudah kami anggarkan," ujar Wisnu saat di Gedeung DPRD Surabaya, Senin (17/9/2018).

Menurut Wisnu, nantinya yang dihitung itu adalah sekolah-sekolah yang sudah menyerahkan RAB, sehingga apabila pihak sekolah tidak segera menyerahkan RAB itu dan nantinya tidak dapat anggaran, maka itu salahnya pihak sekolah.

"Yang dihitung oleh tim anggaran adalah pihak yang sudah menyerahkan RAB. Kalau tidak mengumpulkan ya tidak dapat," tuturnya.

Bahkan, bagi sekolah yang belum menyerahkan RAB akan tertunda sampai tahun 2019. Dan jika pihak sekolah tidak segera menyerahkan, maka mereka sendiri yang akan merugi.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Wisnu menegaskan kembali bagi pihak sekolah SD dan SMP swasta untuk segera menyerahkan RAB, agar bisa secepatnya dihitung dan didata supaya bisa dicairkan bantuan Bopdanya.

"Karena kita sudah ada itikad baik untuk membantu mereka, terutama biaya operasional mereka terkait gaji guru dan sebagainya itu bisa teratasi. Kalau mereka tidak segera menyerahkan RAB ya kita tidak bisa menyerahkan bantuan. Konsekuensinya ya itu mereka tidak akan bisa mendapatkan Bopda," pungkasnya.

 

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.