Rabu, 17 Jun 2026 01:41 WIB

Ketika Pembeli dan Pedagang di Pasar Mangga Dua Surabaya Resah

  • Penulis :
  • | Senin, 10 Jun 2024 12:33 WIB
Suasana Pasar Mangga Dua Jl Jagir Wonokromo Surabaya. (Foto: tim jatimnow.com)
Suasana Pasar Mangga Dua Jl Jagir Wonokromo Surabaya. (Foto: tim jatimnow.com)

jatimnow.com - Saat malam di Kota Pahlawan memasuki separuh waktunya, deretan pembeli mulai bergerak menuju Pasar Mangga Dua Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya. Perlahan mereka mulai berbondong memasuki area pasar.

Berbelanja di Pasar Mangga Dua memang asyik karena terbilang lengkap dari semua komoditasnya. Mulai dari sayuran, buah, daging, hingga umbi-umbian seperti kentang, ubi, dan lainnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Namun di balik itu semua, para pembeli dan pedagang di sana ternyata menyimpan kegalauan. Pedagang sambat pembeli semakin sepi. Mereka menduga karena semakin tak nyaman dengan Pasar Mangga Dua.

Salah satunya Farida, pedagang buah di Pasar Mangga Dua. Omzet yang berangsur turun menyebabkan dia harus memutar otak menjajakan dagangannya.

Omzetnya terjun payung, perlahan membuat dirinya mulai ragu dengan pengelolaan manajemen Pasar Mangga Dua. Biaya lapak yang mahal, belum lagi tambahan biaya ini dan itu membuatnya tak memiliki alasan lagi untuk bertahan.

"Sepi sekarang, nggak tau ya kenapa, sepi semua. Biasanya jualan dapat Rp5 juta, sekarang cuma dapat Rp1 juta. Sejuta saja kadang gak oleh (tidak dapat) sekarang," ucap Farida.

Sepinya pembeli membuatnya seringkali membuang dagangannya. Lapak Farida memang nampak minimalis. Panjangnya tak sampai 2 meter dengan fasilitas 1 biji lampu LED warna putih.

"Rp700 ribu ya dapat lapak sama lampu 1. Kalau nambah lampu ya nambah lagi. Kalau nambah lampu Rp4 ribu, belum pagi sampah juga Rp4 ribu, kalau 1 bulan ya nyampek Rp800 ribu," jelas Farida.

Farida mengaku, sebelum pandemi Covid-19, dari 1 buah saja seperti pisang, ia mampu menjual hampir 30 tundun dalam satu malam. Sekarang 10 tundun saja berat buatnya, belum lagi dobel parkir yang membuat pembeli malas masuk ke area pasar

"Banyak pembeli yang komen masuknya sudah pakai karcis kok kedalam pakai karcis lagi. Jadi kalau ada yang mau beli sedikit malas ke sini, mending ke pasar yang kecil-kecil itu," tandasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Keresahan yang sama juga diungkapkan salah satu pembeli di Pasar Mangga Dua, sebut saja Anwar. Ia sudah 3 tahun menjadi langganan tetap di sana.

Anwar adalah salah satu dari penjual sayur keliling di Kota Pahlawan yang setiap hari berbelanja bahan dapur di Pasar Mangga Dua.

Selama menjadi langganan, tak ada perubahan signifikan yang terjadi di pasar tersebut. Malahan setiap hari malah makin kotor dan rusak. Salah satunya jalan lalu-lintas kendaraan.

Menurut dia, Pasar Mangga Dua dari sisi penataan lintasan sangat buruk. Jalur lintasan yang semestinya dilalui satu jalur, menjadi rancu saat kendaraan membobol arah. Akibatnya jalan yang hanya sekitar 2 meter itu seringkali macet di tengah jalan akibat kendaraan masuk.

Sempitnya jalan membuat akses masuk cukup terganggu. Belum lagi saat hujan, Anwar menyebut, Pasar Mangga Dua memiliki banyak 'kubangan bebek'.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jalan ini kalau pedagang yang pakai sepeda motor seperti saya ini kan jendul-jendul (kiasan motor beban berat) dan kalau hujan seperti kubangan bebek, maaf lo ya ini saya terus terang saja," terang Anwar.

Ia sadar betul, dari sisi harga Pasar Mangga Dua memiliki harga yang relatif normal. Sama halnya dengan pasar grosir lainnya di Surabaya.

"Harga wajar, ya normal lah. Selisih cuma seribu-dua ribu dengan Keputran," kata Anwar.

Ia berharap, keresahannya ini bisa didengar oleh pengelola Pasar Mangga Dua, agar setiap aktivitas pedagang dan pembeli di sana lebih nyaman.

"Kalau pembangunan ya harus ya, kalau hujan itu malas belanja," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.