Rabu, 10 Jun 2026 12:40 WIB

Kontrakan Dijadikan Tempat Prostitusi, Pasutri ini Diringkus

  • Penulis :
  • | Senin, 17 Sep 2018 17:09 WIB
Pasutri Yohanes dan Fitria saat berada di Mapolrestabes Surabaya, Senin (17/9/2018).
Pasutri Yohanes dan Fitria saat berada di Mapolrestabes Surabaya, Senin (17/9/2018).

jatimnow.com - Terbongkar sudah bisnis esek-esek terselubung yang dikelola Yohanes (34) dan Fitria (35) selama ini. Praktek mereka terbongkar setelah rumah kontrakan pasangan suami istri (pasutri) di Jalan Lebak Jaya II Tengah Nomor 43, Surabaya, digerebek Unit PPA Polrestabes Surabaya.

Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) itu melalukan penggerebekan setelah mendapat informasi prostitusi yang dijalankan pasutri tersebut. Penggerebekan itu dilakukan Sabtu (15/9/2018) siang. Meski sempat diwarnai cek-cok dan kejar-kejaran, pasutri itu akhirnya ditangkap.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Kedoknya, mereka menerima jasa pijat dengan mempekerjakan dua gadis," papar Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Senin (17/9/2018).

Setelah ditangkap, pasutri ini akhirnya digelandang ke Mapolrestabes Surabaya bersama barang bukti. Antara lain puluhan kondom baru, 3 handuk, sejumlah buku tubungan, catatan tamu atau pelanggan, HP dan lotion serta minyak.

"Saat kami periksa, keduanya sudah beroperasi sejak Desember 2017," beber Ruth.

Dalam pemeriksaan juga terungkap bahwa pasutri ini berbagi peran dalam mengelola bisnis lendirnya itu. Yohanes berperan mencari pelanggan melalui akun media sosial (medsos) kaskus sekaligus menentuka tarif jika ada pelanggan yang berminat. Sedangkan Fitria, istrinya, bertugas mencatat tamu dan menerima pembayaran.

Untuk layanan pijat biasa, keduanya memasang tarif Rp 300 ribu setiap 2 jamnya. Sedangkan untuk layanan plus-plus ataupun full service, dibandrol sebesar Rp 700 ribu. "Full service, mereka mengambil bagian sebesar Rp 400 ribu," tegas Ruth.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dalam menjalankan aksinya, pasutri ini menyediakan satu kamar besar yang disekat menjadi sejumlah bilik. Bilik-bilik itulah yang kemudian dijadikan tempat melayani para pelanggan. Diakui oleh pasutri, bisnis yang dikelolanya hanya mempekerjakan dua gadis asal Lamongan dan Tuban.

"Mereka merekrut dua korban dengan dalih akan dipekerjakan menjadi asisten rumah tangga. Tapi ternyata, disuruh menjadi terapis dan melayani nafsu para pelanggan," ungkap Ruth Yeni.

Sementara itu, pasutri ini mengaku awalnya mencoba-coba. Karena kebanjiran pelanggan, keduanya meneruskan usahanya itu hingga hampir satu tahun. Alasannya klasik, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Sejak kelola bisnis ini, kami berdua tidak bekerja," pungkas pasutri yang sudah memiliki satu anak masih balita ini.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.