Selasa, 23 Jun 2026 01:03 WIB

HUT Apkasi ke-24 di Trenggalek, Sepakati Pembangunan Ekonomi Hijau

Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam peringatan HUT Apkasi di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam peringatan HUT Apkasi di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan kepala daerah hadir dalam peringatan HUT Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ke-24 di Kabupaten Trenggalek. Mereka sepakat untuk melakukan pembangunan melalui ekonomi hijau.

Hal itu akan diwujudkan dengan melakukan perdagangan karbon. Puncak HUT APKASI ke-24 digelar di Pondok Prigi Kabupaten Trenggalek. Adapun tema yang diusung adalah Embrace The Nature Grow Together.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono yang hadir di acara itu mengatakan, Apkasi merupakan organisasi yang telah matang. Beberapa masukan yang disampaikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, sangat relevan dengan kondisi daerah.

"Apalagi pengurusan Apkasi banyak diisi oleh bupati-bupati yang masih muda, dan tentunya masukan yang mereka berikan sangat relevan dengan kondisi di daerah," ujarnya, Sabtu (8/6/2024).

Dalam kegiatan ini juga dibahas soal kewenangan pemerintah daerah, perkembangan tekonologi hingga perdagangan karbon.

"Apkasi tengah memikirkan pembangunan kabupaten melalui berbagai cara. Mulai dari perkembangan tekonologi hingga manajemen karbon," terangnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menambahkan, sesuai dengan tema Embrace The Nature Grow Together, bahwa pembangunan ekonomi kabupaten tanpa meninggalkan ekologi.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Tadi kami melakukan dialog tentang perdagangan karbon dan ternyata kabupaten memiliki potensi besar dalam hal ini," imbuhnya.

Bahkan salah satu dosen dari University Taiwan mengungkapkan, jika negara luar dulu menjual produk ke Indonesia, kedepan negara luar akan bergantung kepada Indonesia dalam hal karbon kredit.

"Saat ini industri besar tengah mencari kompensasi emisi yang telah mereka lepaskan. Dan ini menjadi kesempatan kabupaten melakukan monetisasi karbon," paparnya.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

Saat ini Apkasi tengah berusaha mengukur unit karbon untuk mewujudkan perdagangan karbon guna menambah pemasukan pemerintah daerah. Sebagai percontohan untuk Apkasi, Pemkab Trenggalek telah membuat MoU dengan Pemkab Morowali untuk memulai perdagangan karbon.

"Kawasan hutan sebagian besar berada di kabupaten. Dengan monetisasi karbon akan mampu menambah dana fiskal yang diterima, kami telah menjalin MoU untuk percontohan perdagangan karbon," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.