Kamis, 18 Jun 2026 09:15 WIB

Pandai Besi Pembuat Pisau di Ponorogo Jelang Idul Adha Diserbu Orderan

Pandai besi di Ponorogo sedang membuat pisau. (Foto-foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pandai besi di Ponorogo sedang membuat pisau. (Foto-foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pandai besi pembuat pisau juga kecipratan cuan menjelang Idul Adha 2024. Termasuk pandai besi di Kabupaten Ponorogo juga mulai merasakan peningkatan pendapatan saat menjelang hari raya kurban.

Hal itu dialami oleh pandai besi Muhammad Mahroji warga Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Pria berusia 34 tahun ini sudah terlihat mulai sibuk sejak pagi, Kamis (6/6/2024).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sudah sepekan terakhir, bapak dua anak ini lebih sibuk dari biasanya. Menjelang Idul Adha, pesanan pisau meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

"Ya agak sibuk. Biasanya seminggu paling banyak 10 bilah. Sekarang orderan mencapai 80 pesanan pisau,” ungkap Mahroji, Kamis (6/6/2024).

Dia mengaku bahwa selain pisau biasa, juga memproduksi pisau dengan variasi baru berupa ukiran pada alat pegangan.

Ukiran tersebut dibuat dari akar kayu sono dan akar nogosaro yang tidak terpakai. Proses pembuatan pisau dengan ukiran membutuhkan waktu 3 hingga 4 hari.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

“Dari 80 pesanan itu, ada 9 yang memesan dengan ukiran. Selain beda di ukiran, juga beda pada harga karena bahannya berkualitas,” katanya.

Pesanan pisau Mahroji bahkan datang dari luar pulau. Namun, untuk sementara, ia menghentikan pengiriman ke luar pulau untuk memenuhi permintaan lokal menjelang Idul Adha.

Untuk satu bilah pisau buatan Mahroji, harga bervariasi mulai dari Rp150 ribu hingga Rp2,5 juta.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

“Semua tergantung kualitas bahan dan ukuran. Kalau yang ada ukirannya, ya Rp2 juta sampai Rp3 juta, tergantung tingkat kesulitan,” papar pria yang disapa Mas Black.

Salah satu pemesan, Imam, mengaku sengaja datang langsung ke lokasi. Dia ingin membeli 10 buah pisau.

“Untuk potong hewan kurban sih. Disini pisaunya tajam dan tentu kualitasnya terjamin. Ini mau nambah pisau buat teman-teman,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.