Kamis, 18 Jun 2026 02:12 WIB

Pj Gubernur Adhy Dorong Batik Jatim Mendunia dan Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pj Gubernur Jatim saat mengunjungi tenda peserta (dok humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Pj Gubernur Jatim saat mengunjungi tenda peserta (dok humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Keanekaragaman batik di Indonesia adalah kekayaan budaya yang dapat me dongkrak perekonomian masyakat. Ini diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono saat membuka Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Rabu (5/6/2024).

Kegiatan Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa ini merupakan inisiasi dari Dekranasda Bojonegoro dengan mengusung tema "Batikku Batikmu Batik Kita Semua".

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Acara tersebut akan digelar selama 4 hari mulai tanggal 5 - 8 Juni 2024.

Melalui kegiatan ini, Pj Gubernur Adhy Karyono optimis batik dari Jatim bisa naik kelas dan mendunia.

Dia juga berharap batik bisa mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya di Jawa Timur.

Adhy juga mengapresiasi seluruh perajin dan pelaku UMKM batik yang mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menumbuhkan geliat perekonomian.

"Ini terobosan yang luar biasa. Acara ini dibuat untuk mengangkat ekonomi Bojonegoro dan melestarikan budaya batik. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Dekranasda Bojonegoro dan Pak Pj. Bupati dengan nguri-uri budaya lokal bisa membuat batik Bojonegoro tidak hanya terkenal di Jawa Timur, tapi juga di Indonesia dan internasional," ujar Adhy usai membuka acara.

Menurutnya, batik bagi warga Jatim dan Indonesia adalah kekayaan dan warisan leluhur yang terus dilestarikan. Bahkan batik telah ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Tak Benda) Dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2008. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.

Adhy mengaku bangga dapat hadir dengan mengenakan batik khas Jonegoroan dengan motif Sekar Jati. Motif ini, kata dia, merupakan satu dari sekian varian motif batik khas Bojonegoro, seperti Mliwis Mukti, Rancak Thengul, dan Sata Gondo Wangi.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Ini menunjukkan Jawa Timur ini kaya akan batik. Semua motif ada, dan punya ciri khas masing-masing. Saya sendiri suka sekali sama batik khas Jonegoroan ini. Warnanya cerah dan coraknya tidak terlalu ramai," sambungnya

Dengan potensi dan kekayaan tersebut, Adhy mengajak masyarakat untuk mendaftarkan batik khas daerahnya dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) maupun Hak Kekayaan Intelektual (Haki), agar kekayaan budaya dapat terjaga dan mendapatkan pengakuan secara nasional maupun hukum.

Kegiatan Pemkab Bojonegoro menyediakan 84 tenda gratis dalam kegiatan ini. Keseluruhan tenda sudah diisi oleh peserta pameran.

Adapun rinciannya Dekranasda Jatim, 18 kabupaten/kota se-Jawa Timur, 3 kabupaten Jawa Tengah, 3 perwakilan PD Jatim juga Bojonegoro, 5 asosiasi batik di Jatim, 1 asosiasi batik dari Palembang, stakeholder, serta asosiasi desa wisata.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Sementara itu, Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, acara Pekan Batik ini banyak disemarakan oleh anak-anak muda. Hal ini menunjukkan animo mereka sangat tinggi di dalam mengembangkan batik daerah.

"Banyak anak muda kita membuat corak baru. Jadi mereka ikut melestarikan budaya batik. Kita punya stok untuk corak ini. Maka bisa dibilang acara ini memberikan ruang kerja baru untuk anak muda. Dengan begitu, acara ini bisa menjadi penopang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat," pungkas Adriyanto.

Turut hadir Pj Ketua Dekranasda Prov. Jatim Isye Adhy Karyono, Konjen Australia di Surabaya Anthea Griffin, Pj. Sekdaprov Jatim Bobby Soemiarsono, Pj. Ketua Dekranasda Bojonegoro Dian Adriyanto, Forkopimda Kab. Bojonegoro, beberapa Bupati/Walikota di Jatim, serta beberapa Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jatim.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.