Selasa, 16 Jun 2026 01:38 WIB

Bentrok Oknum Suporter dengan Polisi di Surabaya, Ternyata Ini Pemicunya

Suasana jalan Kedungcowe arah menuju Suramadu saat kejadian bentrok dengan aparat polisi. (dok tangkap layar video warga for jatimnow.com)
Suasana jalan Kedungcowe arah menuju Suramadu saat kejadian bentrok dengan aparat polisi. (dok tangkap layar video warga for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kerusuhan di Kedung Cowek Surabaya yang melibatkan oknum suporter bola ternyata dipicu ejekan di media sosial.

Diketahui, sebelum terjadinya kerusuhan, ada konten video di media sosial Tiktok yang mengandung muatan provokasi sehingga menimbulkan gejolak di antara pecinta sepakbola di Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu M. Prasetyo mengungkapkan, terjadinya kerusuhan itu dipicu saling ejek antara oknum Persebaya (Bonek) dan oknum Persib Bandung (Bobotoh) di Tiktok.

Hal itu kemudian membuat oknum suporter di Surabaya, melakukan sweeping kepada suporter dari Bandung yang ingin menyaksikan laga final Persib Bandung vs Madura United di Stadion Bangkalan.

“Kemudian muncul ajakan untuk melakukan sweeping kendaraan yang diduga membawa suporter Persib,” kata Prasetyo.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Oknum Bonek pun melakukan aksi pemblokiran di Jembatan Suramadu dengan menutup akses keluar dari Madura menuju Surabaya atau di Kedung Cowek, dengan maksud menghadang suporter dari Bandung. Namun, saat dibubarkan mereka justru melawan petugas.

“Saat akan dibubarkan, mereka justru melawan. Petugas dilempari batu dan balok kayu, serta pecahan pot,” imbuh Prasetyo.

Saat diamankan, mereka tidak menggunakan atribut Bonek maupun jersey Persebaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, salah satu oknum suporter yang yang diamankan MST mengaku, aksi yang dilakukan lantaran saling tantang di Tiktok antara pihaknya dengan oknum suporter Persib Bandung.

"Pertama dari akun Tiktok FCV mulai ada kata-kata ‘kita pukul ratakan surabaya’ sedangkan di Perak mengacungkan jari tengah ke suporter Persebaya waktu berangkat di Jalur Perak,” singkatnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.