Rabu, 17 Jun 2026 04:08 WIB

Harga Hewan Kurban di Pacitan Mulai Merangkak Naik Jelang Idul Adha

Hewan kurban di Pasar Hewan Pacitan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Hewan kurban di Pasar Hewan Pacitan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Menjelang 12 hari sebelum Hari Raya Idul Adha, harga hewan kurban di Pacitan sudah mulai merangkak naik.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Kenaikan harga bervariasi antara 7,5 hingga 8 persen dari sebelumnya. Sementara sapi dan kambing dari luar kota Pacitan juga mulai berdatangan.

“Mulai naik ini. Sudah dari pertengahan Mei malah kenaikannya,” ungkap Suyanto, salah satu pedagang hewan kurban di Pasar Hewan Pacitan, pada Selasa (4/6/2024).

Menurutnya, jika sebelumnya sapi miliknya dibanderol dengan harga Rp21 juta per ekor, kini telah naik menjadi Rp22,5 juta.

“Naik sampai Rp 1,5 juta. Dikalkulasi ya 7,5 persen lah,” jelas pedagang asal Kecamatan Kebonagung ini.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

Suyanto menambahkan, naiknya harga jual hewan kurban biasanya tergantung pada stok sapi yang ada di tingkat peternak daerah asal.

“Ini masih melimpah ruah sih. Tapi bentar lagi pasti banyak yang mencari. Harga juga mulai melangit. Hukum ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, pedagang lain, Jumeno, menyatakan bahwa harga kambing juga mulai naik. Saat ini, satu ekor kambing bisa dijual dengan harga Rp3,2 juta.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo

Berbeda dengan sapi, kenaikannya mencapai jutaan. Jika kambing kenaikannya hanya sekitar Rp200 ribu. Namun jika dikalkulasi 6 persen.

“Mengalami kenaikan harga sekitar Rp200 ribu. Kan biasanya cuma Rp3 juta,” katanya.

Jumeno memprediksi bahwa kenaikan harga hewan kurban di Pasar Hewan Pacitan masih akan terjadi hingga sekitar 10 hari menjelang perayaan Idul Adha atau H-10.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.