Senin, 15 Jun 2026 00:51 WIB

120 Ambulans Desa Ponorogo Diperiksa Dinkes, Wastafel Kok Dicopot

Pemeriksaan ambulans. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)
Pemeriksaan ambulans. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)

jatimnow.com - 120 ambulans desa di Ponorogo dikumpulkan dan diperiksaDinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Dinkes Ponorogo yang meliputi beberapa aspek.

Yang utama diperiksa adalah konfisi fisik. Seperti fungsi sirine, kondisi ban. Juga ketersediaan alat kesehatan (alkes) seperti oksigen dan perlengkapan lainnya.

Baca Juga: PMI Jember Punya Ambulans Jenazah Gratis 24 Jam, Ini Nomornya

Selain itu, sopir ambulans juga ditanya apakah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kepatuhan membayar pajak tahunan juga diperiksa.

“Ini merupakan kegiatan monitoring rutin yang diselenggarakan oleh Dinkes untuk memonitor apakah kendaraan ambulans desa berfungsi sebagaimana mestinya,” ungkap Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Ponorogo, dr Mietha Ferdiana Putri, Senin (2/6/2024).

Mietha menjelaskan bahwa beberapa item yang diperiksa terkait kelengkapan kendaraan dan spek kendaraan. Spek diperiksa lantaran spek ambulans desa harus sesuai standarnya.

Baca Juga: Astra Salurkan 35 Ambulans untuk Percepat Akses Medis di Daerah

“Ada kebijakan yang memperbolehkan ambulans desa difungsikan untuk non-gawat darurat. Namun, dipastikan tetap untuk gawat darurat,” katanya.

Ditanya tentang temuan, Mietha mengaku bahwa kekurangannya kurang lebih minor. Ada beberapa spek yang berubah, dan alat kesehatan seperti oksigen tidak terisi penuh.

“Beberapa juga dilepas seperti wastafel, tapi sudah kami sarankan untuk dikembalikan. Harus sesuai spek,” terang dr Mietha.

Baca Juga: LDII Lamongan Salurkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Warga Sukodadi

Dia mengaku Dinkes tidak hanya mengecek ambulans tetapi juga melakukan pelatihan terhadap driver.

“Menjadi driver ambulans tentu berbeda dengan driver mobil biasa. Kami bekali dengan ilmu-ilmu dasar tata kegawatdaruratan,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.