Rabu, 17 Jun 2026 13:29 WIB

Gulat Okol, Tradisi Olahraga Warisan Leluhur di Surabaya

Pegulat okol sedang bertanding untuk merobohkan lawannya
Pegulat okol sedang bertanding untuk merobohkan lawannya

jatimnow.com - Gulat Okol, Tradisi menarik pada rangkaian acara sedekah bumi yang digelar oleh warga Dukuh Bungkal, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Tradisi gulat okol yang berasal dari Madura ini memiliki peserta dari anak-anak hingga orang dewasa.

Marzinem Ketua Pelaksana menjelaskan, Gulat Okol sendiri sebagai simbol permohonan warga agar turun hujan sekaligus hiburan bagi para petani. Peserta okol biasanya memiliki tubuh kuat, gempal, dan berotot. Namun disini bebas dari anak kecil hingga orang dewasa bisa mengikutinya.

"Gulat Okol disini bukan untuk permusuhan tapi untuk hiburan tradisional. Kesenian asli Jawa Timur, siapa yang berani silahkan melawan. Kami membebaskan siapa yang mau ikut karena ini seni pertunjukkan bukan perkelahian," terang Marzinem, Minggu (16/9/2018)

Dalam Gulat Okol sendiri alat yang dipakai adalah udeng dan sabuk dari kain untuk pegangan para lawan. Gulat Okol sendiri dilawankan diatas panggung dengan alas jerami yang ditutupi dengam kain terpal.

"Siapapun yang bisa menjatuhkan lawan untuk pertama kali dia yang memenangkan gulat tersebut. Permainanya cukup mudah dengan cara kedua lawan memegang sabuk dari kain dan dijatuhkan ke lantai," ujarnya.

Ketua RT 003 Dukuh Bungkal mengatakan, kesenian tradisional ini sudah turun temurun dari puluhan tahun. Bahkan ratusan tahun sudah dilaksanakan sampai hari ini. Tradisi dari nenek moyang untuk terus dipertahankan disini.

"Kita mengadakan Gulat Okol ini hanya setahun sekali. Jadi bersih desa, ruwat desa. Pada intinya meminta kepada Allah SWT supaya masyarakat desa bisa tentram, tenang, damai, rejeki barokah dan sehat selalu.

Rangkaian acara sedekah bumi diadakan sejak hari Jumat lalu yakni bersih-bersih hingga malam. Dilanjutkan sedekah bumi, Gulat Okol dan pada malam puncak acara akan diadakan ludruk

"Besok malam Jumat akan ditutup dengan kegiatan istighosah bersama," tukasnya.



Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.