Sabtu, 20 Jun 2026 12:47 WIB

Penjual Hewan Kurban di Lamongan Wajib Kantongi Izin, Begini Caranya

Lapak hewan huwan kurban dadakan di Lamongan. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Lapak hewan huwan kurban dadakan di Lamongan. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Hewan (Disnakesewan) Lamongan mengimbau agar para penjual hewan kurban segera mengurus surat izin pendirian lapak.

Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses pemantauan dan pendataan dalam pelaksaan Idul Adha 2024.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Kepada Dinas Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati mengungkapkan bahwa izin persetujuan tersebut juga untuk mengurangi jumlah lapak dadakan atau liar yang mempergunakan lokasi yang tidak dianjurkan atau dilarang.

"Ya, kami mengimbau agar para penjual mengurus izin persetujuan. Pada prinsipnya, ini akan mempermudah dan upaya untuk mensukseskan jalanya Idul Adha 1445 H," ungkap Shofiah, Kamis (30/5/2024).

Para penjual tak perlu risau, untuk mengurus izin surat persetujuan tidak perlu ke Kantor Disnakeswan, caranya cukup mudah. Penjual hanya perlu mengakses Bit.ly/formkurban2024 dan mengisi google form. Batas izin sampai 10 Juni mendatang.

Kepada Disnakeswan Lamongan, Shofiah saat memperi keterangan persiapan Idul Adha 1445. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)Kepada Disnakeswan Lamongan, Shofiah saat memperi keterangan persiapan Idul Adha 1445. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

"Setelah mengisi, izin surat persetujuan kemudian dikirim dalam bentuk soft file melalui aplikasi layanan pesan WhatsApp," bebernya.

Dalam kesempatan ini, Shofiah mengimbau agar penjual dadakan tidak bersikap abai dengan mendirikan lapak disembarang tempat salah satunya menggunakan fasilitas umum atau fasilitas penunjang lainya.

"Pelaksanaan kurban, mulai dari penjualan ini terus kita pantau. Pada penjual juga nanti diminta tetap melakukan desinfektas dan menjaga kebersihan lapak," paparnya.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

Sementara itu, meski tahun ini tidak terdeteksi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), Disnakeswan tetap bersikap waspada dengan memeriksa hewan yang berasal dari wilayah berstatus capaian vaksinasi rendah.

"Bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk pendirian pos penyekatan, untuk mengurangi potensi hewan terjangkit PMK," urainya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.