Jumat, 12 Jun 2026 05:13 WIB

Superblok Akan Muncul Lagi di Kawasan Surabaya Barat

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 16 Sep 2018 19:42 WIB
Mario Eduardo, Section Head Wisata Bukit Mas (WBM)/Jajeli Rois
Mario Eduardo, Section Head Wisata Bukit Mas (WBM)/Jajeli Rois

jatimnow.com - Kawasan Surabaya barat saat ini banyak superblok dari berbagai developer property besar seperti, dari Ciputra, Pakuwon Jati, Intiland, Bukit Darmo. 

Rencananya, Sinarmas Land, salah satu developer besar di Indonesia juga berancang-ancang akan membangun superblok di kawasan Surabaya barat.

Baca Juga: Intiland Luncurkan Rumah Usaha Verge Space di Amesta Living Surabaya

Superblok tersebut akan dibangun kawasan Wisata Bukit Mas (WBM) di wilayah Lakarsantri, Surabaya.

WBM merupakan perusahaan di group Sinarmas Land.

"Kami sudah menyiapkan lahan sekitar 10 hektar untuk superblok," kata Mario Eduardo, Section Head Wisata Bukit Mas (WBM), Minggu (16/9/2018).

Ia menerangkan, superblok tersebut terdiri dari apartemen dan area komersial.

Superblok tersebut berada di kawasan perumahan elit WBM.

Pangsa pasar superblok tersebut adalah kelas premium.

Mario mengatakan, pihaknya masih belum tahu kapan pembangunan superblok di WBM itu dimulai, karena masih menunggu kabar dari (Sinarmas Land) Jakarta.

"Teknis detail proyeknya masih menunggu dari Jakarta," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga masih melihat situasi pasar.

Apalagi, tahun 2018-2019 adalah tahun politik.

Baca Juga: Bidik Keluarga Muda, Sakha Semanan Hadirkan 32 Unit Rumah Tropis di Semanan

Di kawasan Surabaya barat itu dikenal sebagai wilayah macet, terutama saat jam berangkat kerja, maupun pulang kantor.

Meski demikian, WBM tetap optimis superblok tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Apalagi, Pemerintah Kota Surabaya berencana membangun Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB).

Jalur tersebut juga akan melewati proyek superblok di WBM.

"Kami optimis, karena superblok di WBM ini memiliki investasi yang tinggi dan menguntungkan. Jika JLLB itu sudah selesai, harga properti juga akan terdongkrak naik berlipat-lipat," terangnya.

Managing Director President Officer Sinarmas Land, Dhony Rahajoe menambahkan, meski kondisi rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, tidak terlalu berpengaruh di sektor properti.

Baca Juga: Intiland dan ION Network Resmikan DC Land, Pusat Data Baru di Surabaya

"Memang ada material yang terpengaruh dolar Amerika seperti besi, tapi jumlahnya tidak banyak. Sebagian besar proyek kami menggunakan material lokal," tuturnya.

Ditanya kenapa membangun superblok di kawasan Surabaya barat, yang saat ini sudah banyak bermunculan dari berbagai pengembang.

Kata Dhony, di kalangan developer tidak ada persaingan yang saling menjegal.

"Justru kami bersatu dan saling mendukung," jelasnya.

 

 

Editor : Edwin Fajerial
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.