Sabtu, 20 Jun 2026 19:10 WIB

Bupati Trenggalek Sampaikan Pesan Lingkungan pada Pahargyan Adat Longkangan

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menghadiri prosesi upacara adat Pahargyan Adat Longkangan. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menghadiri prosesi upacara adat Pahargyan Adat Longkangan. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mocahamad Nur Arifin menghadiri upacara tradisi Pahargyan Adat Longkangan. Ritual ini digelar oleh masyarakat nelayan di Teluk Sumbreng Kecamatan Munjungan.

Tradisi ini sebagai wujud ungkapan rasa syukur yang terus terjaga selama ratusan tahun.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengatakan, tradisi tersebut bisa menjadi potensi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata. Kendati demikian, perlu dibarengi kesadaran untuk menjaga lingkungan, khususnya kebersihan di Pantai Blado.

"Tentu kita tidak mau acara yang sedemikian meriah ini ketika dikunjungi wisatawan, namun pantainya kotor," ujarnya, Selasa (28/5/2024).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Menurut Mas Ipin, pengunjung akan merasa nyaman jika kondisi pantai terjaga bersih. Mereka akan kembali berkunjung. Kondisi tersebut tentu akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

"Karena jika pantainya bersih, pengunjungnya nyaman maka suatu saat akan datang lagi dan tentu perekonomian masyarakat ikut berputar," tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Di samping itu, melalui acara yang menjadi wujud syukur masyarakat tersebut tentu diharapkan ke depan akan semakin dilimpahkan rezeki.

"Seperti ombak di laut yang tidak pernah terputus, begitu juga dengan rezeki bagi masyarakat Munjungan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.