Sabtu, 20 Jun 2026 15:30 WIB

Sedekah Bumi Sambikerep, Ritual Adat di Kota Metropolitan Surabaya

Warga saat berebut tumpeng  sedekah bumi di depan Balai RW Dukuh Bungkal, Sambikerep, Surabaya (16/9/2018)
Warga saat berebut tumpeng sedekah bumi di depan Balai RW Dukuh Bungkal, Sambikerep, Surabaya (16/9/2018)

jatimnow.com - Warga Dukuh Bungkal Sambikerep, Surabaya menggelar acara sedekah bumi untuk melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui segala bentuk hasil bumi.

Camat Sambikerep Agus Setioko mengatakan, kegiatan seperti ini rutin dilakukan tidak hanya oleh warga Bungkal saja. Beberapa wilayah di Kecamatan Sambikerep juga mengadakan kegiatan semacam ini. Kegiatan ini juga merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.

"Ini merupakan acara tahunan, hampir di setiap RW diadakan. Terutama setelah hari raya kurban sampai bulan oktober," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan



Agus mengatakan, kegiatan sedekah bumi ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat selama ini. Juga sebagai doa dan harapan untuk ketentraman wilayah tersebut.

"Biasanya di acara sedekah bumi ini ada kesenian tradisional baik wayang atau ludruk. Dan itu juga merupakan upaya kami untuk melestarikan budaya yang srkarang sudah jarang kelihatan, sehingga anak cucu kita bisa melihat. Selain itu juga untuk PKL, tempat warga berjualan supaya jadi pemasukan warga," bebernya.

Dalam sedekah bumi para warga per RT akan membawa suguhan diatas tempeh berisi makanan dan buah-buahan yang nantinya akan dibagi-bagikan kepada seluruh warga. Selain itu juga ada tumpeng raksasa berisi buah-buahan.

Setelah membagikan hasil bumi, para warga akan mengadakan ritual di sebuah punden. Punden sendiri adalah sebuah tempat yang dikeramatkan bagi warga Sambikerep. Dalam ritual ini mereka memainkan gamelan dan tarian di depan tempat yang dikeramatkan.

"Selanjutnya para warga nanti akan disuguhkan dengan gulat okol diatas panggung dari mulai anak-anak hingga orang dewasa. Nanti di acara puncaknya warga akan disuguhkan pertunjukan ludruk," tandasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.