Senin, 15 Jun 2026 18:53 WIB

Wartawan Gadungan Gentayangan Intimidasi Sekolah di Bangkalan, Modus Study Tour

Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, M Yakub. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, M Yakub. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kegiatan study tour sejumlah sekolah di Bangkalan digunakan sejumlah oknum untuk melakukan intimidasi. Sekelompok oknum yang mengaku wartawan bahkan berupaya memeras pihak sekolah.

Menurut pengakuan salah satu kepala sekolah dasar (SD) di Kecamatan Arosbaya yang enggan disebutkan namanya, sekelompok orang yang mengaku wartawan itu datang ke sekolahnya dan menakut-nakuti dirinya dan guru lain.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Iya, awalnya mereka datang dan mempersoalkan study tour di sekolah kami," ujarnya, Senin (27/5/2024).

Usai menakut-nakuti sekolah, oknum wartawan ini mempublish berita dan menarasikan jika sekolah tersebut telah melakukan pelanggaran dengan membuat kegiatan study tour di jam aktif.

"Padahal study tour yang kami lakukan sudah memenuhi izin sejumlah pihak. Diantaranya dinas pendidikan, komite dan orang tua siswa," imbuhnya.

Tak sampai disitu, oknum yang mengaku wartawan ini mendesak pihak sekolah jika ingin berita tersebut di-takedown, maka pihak sekolah harus membayar sejumlah uang pada mereka.

"Supaya beritanya itu diturunkan, kami diminta bayar tapi kami menolak karena kegiatan kami sudah berizin bahkan kami syarat kelengkapan uji kelayakan kendaraan sudah kami penuhi, " tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Moh Yakub mengaku kegiatan study tour di sekolah diizinkan asal tidak memberatkan orang tua. Bahkan, izin tersebut disampaikan langsung oleh Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

"Izin tersebut diberikan sesuai arahan pak Pj Bupati sehingga tidak ada larangan. Selama orang tua siswa tidak keberatan dan syarat kelayakan kendaraan dipenuhi, silahkan study tour, " jelasnya.

Ia mengaku juga mendapatkan laporan dari sejumlah sekolah yang merasa resah dengan oknum wartawan tersebut.

"Terkait oknum itu memang banyak laporan ke kami. Sekolah banyak yang resah, " ungkapnya.

Di lokasi terpisah, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bangkalan, Abdurrahem meminta pihak sekolah melaporkan kejadian itu ke polisi.

Baca Juga: Dear Bapak - Ibu, Dinas Pendidikan Surabaya Buka Posko SPMB 2026 Pekan Ini

"Tolong rekam dan laporkan ke polisi. Jangan takut terhadap oknum tersebut. Itu bukan bagian dari kami dan merusak nama baik wartawan," pungkasnya.

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.