Kamis, 18 Jun 2026 06:37 WIB

Kader Muslimat dan Fatayat NU Himatul Aliyah Didorong Maju Pilwali Kediri 2024

  • Penulis :
  • | Sabtu, 25 Mei 2024 12:30 WIB
Potret Himatul Aliyah kader Muslimat dan Fatayat NU Kota Kediri. (dok pribadi Himatul Aliyah)
Potret Himatul Aliyah kader Muslimat dan Fatayat NU Kota Kediri. (dok pribadi Himatul Aliyah)

jatimnow.com - Kader Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Kediri, Himatul Aliyah dinilai cakap untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Kediri periode 2024-2029. Bahkan, karena prestasinya, kini dia tengah dipantau oleh partai politik.

Himatul Aliyah adalah Ketua Bidang Ekonomi PC Muslimat NU Kota Kediri, sekaligus menjabat sebagai Pengurus Harian PC Fatayat NU Kota Kediri.

Baca Juga: Mbak Vinanda Ajak PC Fatayat NU Kolaborasi Bangun Kediri MAPAN

Di kalangan Muslimat maupun Fatayat NU, banyak yang mendukung Himatul Aliyah untuk maju dalam Pilwali Kediri, November mendatang. Dengan segala kapasitas dan kapabilitas yang dimilikinya, perempuan yang akrab disapa Hima itu diyakini sangat mumpuni untuk menjadi Wali Kota Kediri.

“Kalau Hima bersedia maju, BMTNU ikut mendorong dia agar maju. Karena dia kader  terbaik Fatayat dan Muslimat. Lagi pula ada salah satu ketua partai politik yang juga mengamati itu,” terang Pengurus Lembaga Keuangan BMTNU Kota Kediri Mohammad Sirojudin, pada Sabtu (25/5/2024).

Diakuinya, Hima merupakan kader terbaik Fatayat maupun Muslimat Kota Kediri. Banyak prestasi yang sudah ditorehkan oleh perempuan berhijab itu.

Di Fatayat NU, Hima mengurusi Koperasi Annisa. Kemudian di Muslimat NU, Hima membentuk badan usaha untuk menggerakkan ekonomi. Badan usaha tersebut kini memiliki produk sabun cuci yang laris manis.

Hima juga sebagai pencetus lembaga keuangan BMTNU. Dia sebagai penggerak sampai sekarang. Dimana omset BMTNU kini mencapai Rp7 miliar.

“Selain itu, Hima sudah banyak dikenal di kalangan bawah. Saya kira sudah sangat pantas mewakili dan sudah sangat sip,” tegas Siroj.

Prestasi Hima lainnya adalah sebagai penggerak ‘Ngaji Preneur’ program LPNU Kota Kediri. Dia sudah menelurkan banyak kader terbaik dalam bidang digital marketing, khususnya dari kalangan anak muda.

Dengan segudang prestasi yang dimiliki, banyak pihak melirik Himatul Aliyah. Tak terkecuali partai politik.

Baca Juga: Resmi Dilantik Presiden, Wali Kota Termuda Vinanda Prameswati Prioritaskan Pendidikan

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri Katino tidak menampik kabar dirinya memantau banyak figur termasuk Himatul Aliyah. Memiliki 4 kursi DPRD Kota Kediri, Partai Gerindra akan mengusung calon terbaiknya dalam Pilwali Kediri 2024.

“Saya hanya kenal biasa. Yang jelas di Fatayat, organisasinya jalan. Dia sebagai promotoris. Tapi saya tidak tahu di muslimat,” terang Katino.

Meskipun tidak membuka penjaringan bakal calon wali Kota Kediri dan wakil Wali Kota Kediri, diakui Katino, Partai Gerindra tetap mecari figur yang sesuai dengan visi misi partai besutan Presiden RI terpilih Prabowo Subianto itu. Adapun mekanismenya melalui komunikasi secara langsung.

Hal tersebut dilakukan Katino dalam persiapan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC Partai Gerindra Kota Kediri, pada 9 Juni nanti. Adapun agenda utama Rakercab tersebut adalah penyampaian visi dan misi calon kepala daerah.

“Kira-kira yang sudah kita komunikasikan selama ini dan akan mengerucut berapa nama. Di rakercab juga ada penilaian dari pengurus, mulai PAC untuk memutuskan siapa yang diusung dalam Pilkada nanti. Kemudian rakercab itu juga dihadiri oleh DPD,” beber Katino.

Baca Juga: Momen Vinanda Sungkem Orang Tua Sebelum Dilantik jadi Wali Kota Kediri

Dukungan terhadap Himatul Aliyah untuk menjadi calon Wali Kota Kediri mengingatkan kembali kepada sosok almahumah Lilik Muhibbah.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lik itu adalah mantan Wakil Wali Kota Kediri. Ning Lik mendampingi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar selama hampir dua periode sejak 2014, hingga akhir hayatnya pada pertengahan Februari 2020 lalu.

Ning Lik merupakan kader terbaik Muslimat NU pada waktu itu. Sama seperti Ning Lik, tidak berlebihan jika Hima juga memperoleh predikat sama. Bahkan, Hima juga berprestasi di Fatayat NU.

Sementara itu, Himatul Aliyah menjawab santai dukungan terhadapnya. Pun demikian jika ada partai politik yang melirik dan memantaunya selama ini.

“Ya, itu urusannya mereka,” tulis Hima melalui pesan WhatsApp ditutup dengan emoticon tersenyum sambil menutup mulutnya saat dikonfirmasi tentang dukungan itu.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.