Kamis, 18 Jun 2026 15:48 WIB

Gus Fawait Beber Solusi Masalah Krusial yang Dikeluhkan Warga Jember

  • Penulis :
  • | Selasa, 21 Mei 2024 15:12 WIB
Muhammad Fawait. (Foto: Khus for jatimnow.com)
Muhammad Fawait. (Foto: Khus for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bakal calon bupati (Bacabup) Jember Muhammad Fawait membeber strategi untuk solusi 4 masalah yang dikeluhkan warga yang diungkap hasil survei Indikator Politik Indonesia.

Keempat masalah itu harga kebutuhan pokok mahal, harga pupuk mahal, jalan rusak serta susah mencari lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu menjelaskan Jember adalah salah satu kabupaten dengan lahan pertanian terluas di Provinsi Jawa Timur. Tentu saja otomatis pendudukanya adalah mayoritas petani dan buruh tani.

"Hari ini Jember adalah salah satu lumbung pangan, tetapi ironisnya Jember masih mempunyai angka jumlah kemiskinan terbanyak nomor 2 di Jawa Timur. Orang miskin di Jember itu rata-rata di desa sebagai petani dan buruh tani," terang Gus Fawait, Selasa (21/5/2024).

Ia mengakui, di lapangan menemukan banyak sekali keluhan. Salah satu yang paling banyak adalah kelangkaan pupuk subsidi. Ini membuat produktivitas tidak maksimal, sehingga pendapatan petani juga tidak maksimal.

"Maka, jika nanti ditakdir jadi Bupati Jember, pertama adalah kita harus memperbaiki data kebutuhan pupuk subsidi. Jangan sampai kita hanya menyalahkan pemerintah pusat, tapi kadang-kadang pemerintah daerah tidak memberikan data sesuai dengan data lapangan," tegas Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Jika memang jatah pupuk subdsidi kurang, Gus Fawait menegaskan, pemerintah daerah harus membeli pupuk nonsubsidi tersebut, lalu dijual seharga pupuk subsidi kepada petani.

"Sehingga harapan kita itu akan membantu sedikit keluhan terkait masalah pupuk yang dialami oleh petani. Atau bahasa gampangnya, Pemkab akan mengeluarkan pupuk bersubsidi yang dananya dari APBD," tegas alumnus Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.

Lalu, masalah harga bahan pokok terutama beras yang semakin mahal, padahal Jember adalah lumbung pangan.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Nah, memang tidak bisa dipungkiri harga beras secara nasional mahal. Tapi menurut saya kedepan jika daerah lain sangat tinggi, di Jember bisa tidak terlalu tinggi. Kedepan kita kerja sama yang baik dengan Bulog. Kalau perlu kita nanti juga akan mengadakan BUMD pangan yang terintegrasi dengan Gapoktan yang ada di desa-desa," papar Gus Fawait.

Sehingga, lanjut dia, nanti gabah-gabah yang tidak terserap oleh Bulog. Mungkin melalui kelompok tani bisa kita bantu untuk menyerap lewat di BUMD pangan harapan harga saat panen tidak terlalu jeblok.

"Dengan BUMD pangan ini bisa membantu membeli gabah petani dengan harga yang layak. Pembelian gabah itu akan kita simpan, dikeluarkan saat nanti terjadi kelangkaan beras. Atau saat harga beras naik," tegas Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.