Sabtu, 20 Jun 2026 01:06 WIB

Jadi Presiden, Risma Ajak Anggota UCLG Aspac Tanam Pohon di Surabaya

Wali Kota Risma bersama anggota UCLG Aspac saat di Taman Harmoni Keputih Surabaya, Sabtu (15/9/2018).
Wali Kota Risma bersama anggota UCLG Aspac saat di Taman Harmoni Keputih Surabaya, Sabtu (15/9/2018).

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini baru saja diresmikan menjadi Presiden UCLG Aspac periode 2018-2020. Di hari pertama jabatannya sebagai presiden, Risma mengajak para anggota UCLG melakukan penanaman pohon bersama di eks insenerator Taman Harmoni Keputih, Surabaya, Sabtu (15/9/2018).

Sebanyak 100 batang pohon yang terdiri dari lima jenis tanaman ditanam oleh Wali Kota Risma bersama para anggota UCLG Aspac.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Lima jenis tanaman itu adalah yakni 25 pohon Bisbul, 25 Kepel, 25 Nagasari, 13 Zaitun, dan 12 Namnam ditanam sebagai simbol semangat untuk saling menghargai, mendukung dan membantu satu sama lain.

Wali Kota Risma mengungkapkan Taman Harmoni ini memiliki luas sekitar 60 hektar. Lokasinya terbagi menjadi dua sisi, yakni barat dan timur. Masing-masing sisi, memiliki luas sekitar 30 hektar.

Di kawasan ini, dulunya juga terdapat tempat permukiman yang kumuh. Kendati demikian, ia kemudian berinisiatif untuk menjadikan kawasan ini taman dan membangun rumah susun untuk relokasi rumah-rumah warga tersebut.

"Tadi malam Bapak Ibu menyusuri sungai, sepanjang itu dulunya juga rumah-rumah kumuh. Namun kami pindahkan ke rusun sini,” ujarnya.

Di sekitar Taman Harmoni, juga terdapat sebuah eks insenerator. Namun, sejak eks TPA sampah Keputih itu ditutup, alat tersebut sudah tidak lagi difungsikan.

Oleh karena itu, kemudian dia merelokasi ke TPA sampah yang baru. Menurutnya, di TPA yang baru itu, pemkot dapat menghasilkan 11 megawatt (MW) listrik. Bahkan, ia juga memastikan akan mengubah bekas eks insenerator itu menjadi co-working space.

“Ke depannya bekas eks insenerator itu sesuai dengan perencanaan bersama, akan kita jadikan sebagai co-working space,” jelasnya.

Karena, menurutnya pada tahun 2040 nanti, dunia akan mengalami bonus demografi. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan berbagai program untuk menghadapi hal tersebut. Salah satunya yakni membangun co-working space, tempat berkumpulnya anak-anak muda kreatif di Surabaya.

"Tujuannya agar anak-anak muda bisa memulai usahanya sendiri di co-working space tersebut,” terangnya.

Usai melakukan penanaman pohon, beberapa delegasi UCLG, empat diantaranya dari Bangladesh, India, Korea Selatan dan Filipina melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat wisata di Kota Surabaya.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

Mereka menikmati beberapa paket wisata yang sudah disediakan Pemkot Surabaya. Seperti Taman Bungkul, Kampung Margorejo Kampung Ketandan dan Taman Prestasi.

Menggunakan moda transportasi bus, para delegasi terlebih dahulu mendatangi taman bungkul. Di sana, mereka langsung menyapa pengunjung dan berfoto ria bersama. Delegasi asal Filipina Irvan menilai taman bungkul sangat asri dan sejuk.

"Sangat indah. Ini cocok pas mengajak orang-orang tercinta," ungkapnya.

15 menit di taman bungkul, delegasi melanjutkan perjalanan ke Kampung Margorejo. Setibanya di sana, delegasi disambut warga dengan iringan musik patrol dari karang taruna setempat. Tampak para delegasi ikut berjoget bersama warga dan sangat suasana sangat cair.

"Saya terpikat dengan kehjiauan Kampung Margorejo. Sebuah kerja yang hebat dari warga sekitar. Sangat terinspirasi," ujar delegasi asal Bangladesh, Uddin Muhammad Muslem.

Selanjutnya, delegasi beranjak ke kampung ketandan. Delegasi asal India Dr. Pal Tapas mengaku senang dan kagum dengan suasana kampung Ketandan Surabaya.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Baginya, masyarakat ketandan ramah dan sangat welcome. Menyusuri gang demi gang, para delegasi langsung menuju balai budaya cak markeso ketandan.

Sembari berfoto, mereka langsung masuk ke dalam pendopo lalu duduk melingkar mendengar penjelasan dari ketua karang taruna kampung ketandan Yusron.

"Sangat tradisional dan harus dipertahankan. Suatu hal yang berbeda dari yang lain. Itu harus dijaga dan dipertahankan," tegas Tapas yang juga seorang dosen di salah satu universitas, India.

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.