Minggu, 21 Jun 2026 11:02 WIB

Alasan Gerindra Jatim Ogah Rekom Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2024

Eri Cahyadi bersama Armuji. (Foto: dok jatimnow.com)
Eri Cahyadi bersama Armuji. (Foto: dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Gerindra Jatim membeber alasannya ogah memberikan rekomendasi kepada kepada Bacawali Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya.

Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad mengatakan, Eri Cahyadi telah mengkhianati komunikasi politik karena menggandeng Armuji.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Sebenarnya kami punya harapan besar Pak Eri Cahyadi itu bisa benar-benar menjadi bapaknya arek-arek Suroboyo. Tetapi kemudian pilihan politiknya mengidentifikasi dirinya sebagai milik hanya satu partai. Menurut saya, tentu banyak pihak yang dikecewakan," kata Sadad, Kamis (16/5/2024).

Politikus yang akrab disapa Gus Sadad ini mengatakan, usai Eri mendaftar kembali maju Pilwali Surabaya bersama Armuji di PDIP, Gerindra sudah tidak berminat lagi ke Mantan Bappeko Surabaya itu.

Menurut Gus Sadad, upaya Eri Cahyadi yang berupaya merangkul semua partai dengan berduet dengan sesama PDIP dinilai mengkerdilkan partai-partai lain di Surabaya.

"Menurut saya ini reaksi, bukan aksi. Saya lihat ada semacam 'kesengajaan' untuk meninggalkan komunikasi yang sudah terjalin. Pak Eri, kita tahu sudah bersilaturrahmi dengan kawan-kawan Gerindra Surabaya, bahkan datang dalam acara buka bersama lalu. Menurut saya, itu awal yang baik sih untuk menempatkan Pak Eri pada posisi milik bersama," jelasnya.

"Dan itu bagian dari dalam pandangan Gerindra ialah kebesaran dari seorang pemimpin. Tapi kemudian beliau mengambil langkah politik 'mengecilkan' kapasitas dirinya sebagai milik bersama menjadi milik sekelompok atau beberapa parpol menurut saya ya itu pilihan politik dengan segala risiko yang ditanggungnya. Wajar kita tidak bisa menghalangi, mungkin pilihan terbaik bagi beliau. Tapi tentu Partai Gerindra tidak boleh disalahkan juga kalau mengambil pilihan politik yang lain," tambahnya.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Gus Sadad menegaskan Gerindra akan membuat poros baru di Surabaya dengan partai-partai yang berada di Koalisi Indonesia Maju (KIM) termasuk PKB, NasDem, PKS, dan PPP.

"Kami akan membuat poros baru dengan parpol KIM. Harapannya partai KIM diperluas dengan parpol yang sebenarnya sudah terjalin komunikasi baik di tingkat nasional ada PKB, NasDem, PPP, dan PKS. PKS ini kan sahabat lama Gerindra," ungkapnya.

"Dan Gerindra dengan posisi pemenang kedua di Surabaya tentu punya pertanggungjawaban moral kepada para pemilih untuk berpikir keras di sisa waktu tersedia ini untuk bagaimana mencari figur yang paling tepat di antara nama-nama dan kader-kader yang sudah ada, yang sudah menunjukkan kerja politkknya dengan maksimal. Inilah yang dalam waktu dekat akan segera kita putuskan bersama parpol koalisi. Kita sudah punya kesepahaman dengan Golkar, PSI juga kita sudah mulai menyatukan pemahaman, pandangan di Surabaya," tambahnya.

"Dan saya kira dengan modal itu akan bisa menarik partai lain. Saya juga dapat laporan PKB juga merapat, menurut saya bukan tidak mungkin Gerindra akan segera menemukan figur yang nanti akan berkontestasi melawan petahana," lanjutnya.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

Gus Sadad juga menyebut, dirinya memiliki stok kader di Gerindra yang punya banyak potensi. Selain itu ada nama eksternal Bayu Airlangga yang masuk perhitungan.

"Yang disebut-sebut kalau internal, ada nama ketua DPC Cahyo Harjo Prakoso. Kemudian juga nama Ahmad Dhani. Juga ada nama yang sejak pileg lalu sudah berkibar melakukan sosialisasi Cak Dedi (Hadi Dediansyah). Juga ada pak Rahmat Muhajirin, eksternal ada Bayu Airlangga," bebernya.

"Kita nggak kekurangan stok internal, kita punya 8 anggota DPRD Surabaya terpilih, punya 1 orang DPRD Jatim terpilih, dan 2 orang DPR RI terpilih dari Surabaya. Menurut saya itu sudah cukup memenuhi kualifikasi sebagai kader yang kita usung bersama-sama menjadi pasangan kepala daerah atau wakil kepala daerah," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.