Minggu, 21 Jun 2026 00:04 WIB

Kisah Pasutri Penjual Pentol di Trenggalek Naik Haji, Tabungan Rp30 Juta Hilang

Mufid dan Aisyah, penjual pentol asal Trenggalek yang naik haji tahun ini. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Mufid dan Aisyah, penjual pentol asal Trenggalek yang naik haji tahun ini. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Raut wajah bahagia terpancar dari Mufid Asnawi (62) dan Siti Aisyah (58), warga Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Pasangan suami istri penjual pentol ini akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Untuk mewujudkan cita-citanya ini, setiap hari mereka menyisihkan keuntungan jualan pentol. Mereka juga pernah kehilangan uang puluhan juta rupiah, yang telah disiapkan untuk berangkat haji.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Ditemui di rumahnya, Mufid mengatakan sejak tahun 1992 sudah berjualan pentol keliling. Awalnya Mufid bingung mencari pekerjaan. Mufid lalu diajak oleh tetangganya untuk berjualan pentol. Bahkan tetangganya juga mengajari cara membuat pentol dan memberi tahu tempat untuk berjualan pentol.

Awalnya Mufid hanya bisa menjual pentol 1,5 kg tiap harinya. Tapi sekarang dia mampu menjual pentol 10 kg tiap harinya.

“Dulu dari modal Rp 1.500 bisa dapat untung Rp4.000. Kalau sekarang, Alhamdulillah dari modal Rp300.000 bisa mendapatkan untung Rp600.000 hingga Rp700.000 tiap harinya,” ujarnya, Jumat (10/5/2024).

Pria tiga anak itu menjelaskan, keinginan untuk berangkat haji sudah dia miliki sejak tahun 2001 lalu. Saat itu Mufid sempat membuka tabungan ke salah satu bank untuk berangkat haji. Namun, dalam perjalanannya, uang tabungan itu harus dia tarik untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang tengah mondok.

“Sejak saat itu, keinginan saya untuk haji mulai muncul keraguaan,” jelasnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Namun keinginan tersebut muncul kembali pada tahun 2012. Saat itu Mufid dan istrinya didoakan saudara yang baru pulang haji. Akhirnya pada 2012 Mufid dan Istrinya mendaftarkan diri sebagai CJH.

“Untuk biaya haji, saya dan istri setiap bulan menabung rutin. Dan alhamdulillah saya dan istri bisa berangkat ke Tanah Suci,” ucapnya.

Setelah terdaftar sebagai CJH, Mufid dan Istrinya harus menunggu keberangkatan selama belasan tahun. Pada saat itu, Mufid juga terkena musibah. Dimana uang tabungan haji yang dia simpan di salah satu bank, ternyata dibawa lari oleh seseorang. 

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Saya dan istri dulu menabung di salah satu bank. Total uang mencapai Rp30 Juta untuk berangkat haji. Tapi ternyata uang itu hilang dibawa orang, dan kami akhirnya berusaha mengikhlaskannya,” terangnya.

Rencananya pasangan ini akan berangkat pada tahun 2022 lalu. Namun karena ada pembatasan lantaran Covid 19, mereka terpaksa mundur keberangkatannya. Sehingga mereka diberangkatkan pada 7 Juni 2024 mendatang.

“Alhamdulilah kami rencananya pada 6 Juni 2024 akan menuju ke Asrama Haji Surabaya dan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Juni 2024. Semoga ibadah kami bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.