Selasa, 16 Jun 2026 16:03 WIB

Inflasi Kota Malang Melandai di Angka 0,08 Persen

  • Penulis : Gerhana
  • | Sabtu, 04 Mei 2024 16:00 WIB
Ilustrasi emas. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Ilustrasi emas. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Inflasi Kota Malang sebesar 0,08 persen (month to month) pada April 2024. Angka ini melandai dibanding bulan sebelumnya, atau Maret sebesar 0,66 persen. 

Secara tahunan, Kota Malang tercatat mengalami inflasi sebesar 2,89 persen (year on year) dan 1,01 persen (year to date). Data tersebut berdasarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina mengatakan, data BPS menunjukkan inflasi tahunan periode April 2024 di Kota Malang masih tetap terkendali. 

Inflasi periode April 2024 terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,09 persen (month to month). 

"Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil minus 0,07 persen (month to month)," kata Febrina, Sabtu (4/5/2024). 

Berdasarkan komoditasnya, inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga pada komoditas bawang merah, emas perhiasan, tomat, jagung manis dan pepaya masing-masing dengan andil 0,09 persen, 0,08 persen, 0,04 persen, 0,03 persen, dan 0,01 persen (month to month). 

"Inflasi pada komoditas bawang merah dan tomat terjadi seiring menipisnya pasokan akibat kendala cuaca," katanya. 

Adapun kenaikan harga emas perhiasan terjadi seiring kenaikan harga komoditas emas dunia. Hal ini akibat meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor global untuk memindahkan portofolionya ke aset yang lebih aman. Khususnya, mata uang dolar Amerika Serikat dan emas.

Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi yang terutama terjadi pada komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah dan beras masing-masing dengan andil minus 0,14 persen, minus 0,07 persen, minus 0,06 persen, minus 0,04 persen dan minus 0,04 persen (month to month). 

"Penurunan harga pada komoditas telur dan daging ayam ras terjadi seiring melandainya harga pakan ternak pada momen panen raya," ujarnya. 

Adapun penurunan harga aneka cabai terjadi seiring terjaganya pasokan pada masa panen di sentra produksi. Sementara penurunan harga beras terjadi seiring menurunnya harga gabah di tingkat petani pada masa panen raya padi pada akhir Maret – awal April 2024. 

Baca Juga: Inflasi Kota Kediri Mei Terkendali, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia Malang akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan penguatan program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi serta Komunikasi efektif) untuk menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5 kurang lebih 1 persen.

Tekanan inflasi Kota Malang pada April 2024 yang melandai dan tetap terjaga tidak terlepas dari koordinasi yang kuat dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). 

Kolaborasi yang dilakukan antar stakeholder, diantaranya, seperti menyelenggarakan rapat pertemuan High Level Meeeting Kota Malang pada tanggal 1, 22 dan 29 April 2024. Kemudian, adanya juga penyelenggaraan Warung Tekan (WarTek) Inflasi.

Selain itu, terdapat penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang bekerjasama dengan Bank Indonesia Malang, Bulog dan Perumda Tugu Aneka Usaha.

"Ini dilakukan pada 2 sampai 5 April 2024, di tiga kantor kelurahan dan satu kantor kecamatan. Ada di Kelurahan Cemorokandang, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Blimbing dan Kelurahan Tasikmadu," ungkapnya. 

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Adapun paket sembako dalam kegiatan GPM antara lain: tepung terigu, telur ayam ras, gula, beras SPHP Bulog dan premium, minyak goreng, makanan siap saji dan daging ayam ras.

TPID juga melakukan monitoring harga komoditas pangan strategis. Selanjutnya, kegiatan pengawasan dan pemantauan stabilisasi pasokan dan harga pangan saat momen Idul Fitri 2024.

Kegiatan ini dilakukan oleh Satgas Pangan Satreskrim Polresta Malang pada 9 April 2024 di Pasar Oro-oro Dowo dan Transmart Blimbing Kota Malang. Kemudian, juga pada 13 April 2024 di Pasar Klojen dan Superindo Sulfat.

"Adapun komoditas yang dipantau adalah beras medium dan premium, gula pasir, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras," katanya. 

Selanjutnya, pemantauan tarif komoditas administered price yakni tarif air minum PAM, tarif parkir, tarif jalan tol, biaya administrasi SIM dan STNK oleh Pemprov Jawa Timur yang ditindaklanjuti oleh TPID Kota Malang.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.