Kamis, 18 Jun 2026 21:56 WIB

Ratusan CJH asal Trenggalek Siap Berangkat Akhir Mei 2024

Kantor Kemenag Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kantor Kemenag Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Trenggalek dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Rencananya mereka akan berangkat dalam kloter 94 dan 95 bersama CJH asal Kabupaten Gresik.

Kasi Pelayanan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Trenggalek, Agus Prayitno mengatakan, total CJH yang telah memenuhi persyaratan kesehatan dan melunasi BPIH mencapai 594 jamaah.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Rencananya, CJH Trenggalek akan diberangkatkan secara bersama di Pendapa pada 28 Mei 2024. Sedangkan untuk keberangkatan ke Tanah Suci pada tanggal 6 Juni mendatang.

"Dari 594 CJH diantaranya 530 CJH kuota reguler dan 64 CJH cadangan," ujarnya, Kamis (02/05/2024).

Para jamaah ini akan bergabung dengan rombongan CJH asal Kabupaten Gresik yakni pada kloter 94 dan 95. Mereka dijadwalkam terbang melalui embarkasi Juanda.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Jamaah yang menjalankan ibadah haji akan berlangsung selama 40 hari. Dan rencananya akan pulang ke Tanah Air pada 19 Juli 2024," tuturnya.

Terdapat 7 CJH asal Trenggalek yang terpaksa ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Hal ini disebabkan karena kondisinya tidak memungkinkan berangkat tahun ini. Mereka mengalami sakit sehingga keberangkatannya tertunda. Meskipun begitu para jemaah tersebut masuk prioritas untuk berangkat tahun depan.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Karena sakit 7 CJH asal Trenggalek harus ditunda keberangkatannya. Nantinya mereka akan menjadi jamaah prioritas pada keberangkatan haji tahun depan," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.