Jumat, 12 Jun 2026 19:44 WIB

Orasi 5000 Buruh di Sidoarjo, soal Perbudakan hingga Pelecehan Seksual

Aksi hari buruh di Sidoarjo. (Foto: Ahaddini HM/jatimnow.com)
Aksi hari buruh di Sidoarjo. (Foto: Ahaddini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - 5000 buruh dari berbagai elemen memenuhi Alun-Alun Sidoarjo. Mereka berkumpul, sebelum bertolak ke Surabaya, untuk menyampaikan aspirasi ke Gubernur di Hari Buruh 2024, Rabu (1/5/2024).

Salah satu aktivis buruh, Agus Supriatna mengatakan jika 1 Mei merupakan sejarah bagi kaum buruh. Menurutnya di Indonesia hingga saat ini buruh masih dianggap sebagai budak.

Baca Juga: Buruh Surabaya Dapat Santunan Rp42 Juta Saat Momen May Day 2026

"Kami terus berjuang agar kaum buruh terlepas dari sistem perbudakan, karena itu ditanggal 1 Mei ini kita akan berjuang bersama-sama," ucap Agus dalam orasinya sebelum berangkat menuju Surabaya.

Ia melanjutkan jika Indonesia masih dikuasai oleh sistem kapitalis sebagai ruang perbudakan yang terbuka lebar melalui Undang-Undang Omnibus Law.

"Kita meminta pada pemerintah agar anak buruh, anak pekerja disediakan pendidikan gratis, karena kita jauh dari zonasi pendidikan itu, kita harus siap berjuang kawan-kawan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Serikat Pekerja Nasional (SPN) Sidoarjo, Nurhidayat mengatakan jika 1 Mei merupakan hari istimewa bagi para buruh. Sehingga ia dan para buruh lainnya turut memperjuangkan keadilan bagi para buruh.

Baca Juga: Peringatan May Day di Probolinggo, Ratusan Buruh Gelar Tasyakuran

"Tuntutan kami yakni menolak PP Nomor 51 tahun 2023 tentang pengupahan, lalu hapus pajak bagi penghasilan buruh," terangnya.

Lebih lanjut ia meminta pemerintah agar tegas dalam menanggulangi pelecehan seksual terhadap buruh. Baik secara fisik, psikologis, intimidasi dan verbal.

"Kami juga meminta agar pemerintah menanggulangi pelecehan seksual terhadap buruh. Baik secara fisik, psikologis, intimidasi dan verbal, selain itu juga menghapus kebijakan karyawan outsourscing," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Agus bersama buruh lainnya juga mengkampanyekan Jaminan Sosial Semesta Sepanjang Hayat (JS3H). Ia berharap segala aspirasinya dapat diterima dengan baik oleh pemerintah provinsi Jawa Timur.

Bersama serikat pekerja lainnya, seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Pihaknya mempunyai tuntutan yang sama.

"Intinya tuntutan kami sama, kita tetap tolak omnibus law, PP nomor 51 terus hapus outsorcing yang masih ada di Undang-Undang Cipta Kerja, kita terus secara masif tolak undang-undang tersebut," tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.