Sabtu, 20 Jun 2026 06:24 WIB

Apa Kabar PISS? Pedagang: Lapak Gratis, Hanya Bayar Listrik Rp150 Ribu

Hariri, salah satu pedagang di PISS. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Hariri, salah satu pedagang di PISS. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Rabu 15 Februari 2023 lalu, Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) makin menemukan eksistensinya sebagai induk dari perdagangan grosir di Kota Pahlawan.

Pasar dengan luas 3 hektare ini dikenal eksis sebagai pusat perdagangan buah dan sayur, bagi di kalangan tengkulak maupum pembeli eceran. Para pedagang pun mengakui penjualan dua komoditi ini cukup pesat di sini.

Baca Juga: Pasar Induk Surabaya Sidotopo: Bersih, Aman, Nyaman dan Fasilitasnya Keren

Salah satu pedagang sayur Hariri mengatakan, satu tahun lebih berjualan di PISS, omzet yang ia dapat dari pasar yang baru berusia kurang dari 2 tahun ini cukup menjanjikan.

"Omzet memang lebih banyak (Pasar) Keputran karena sini kan masih baru. Kalau sana, saya itu manisa 2 ton habis sehari, kalau di sini paling 1 ton sampai 1 ton setengah," kata Hariri, Jumat (26/4/2024).

Sehari-hari, Hariri berjualan aneka sayur di PISS. Diantaranya manisa, aneka cabai mulai cabai besar, kecil, rawit, rawit hijau, ataupun cabai keriting.

Baca Juga: PD Pasar Surya Janji Tertibkan Kesemrawutan Keputran Surabaya

Hariri mengakui, PISS merupakan pasar baru yang potensial. Namun ia percaya, pengelolaan pasar di bawah naungan PT Paskomnas Indonesia ini bisa tumbuh pesat.

Belum lagi toleransi yang diberikan PISS dalam satu tahun lebih ini yang tak pernah memungut sewa lapak kepada para pedagang.

"Listrik saja di sini, satu bulannya hanya Ro150 ribu," lanjut Hariri.

Baca Juga: Video: Pedagang Bongkar Rahasia Cabai di PISS Segar Tahan Lama

Hariri juga menegaskan, dari sisi fasilitas, selama ini PISS mampu memberikan fasilitas terlengkap dan nyaman. Diantaranya kelengkapan tempat ibadah, kantin, toilet, dan aneka komoditi lain dalam sembilan bahan pokok (sembako).

"Keputran memang lebih lengkap, dan juga lebih tua jadinya lebih dikenal. Kalau jangka panjangnya saya milih di sini karena lebih bagus fasilitasnya. Bagi saya nyaman di sini," tegas Hariri.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.