Selasa, 16 Jun 2026 10:00 WIB

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Dukun Palsu 'Gentong Ajaib' Dipolisikan

Tersangka bersama barang bukti diamankan di Polsek Siman.
Tersangka bersama barang bukti diamankan di Polsek Siman.

jatimnow.com - Kasus penipuan bermodus uang berganda terjadi di Ponorogo. Adalah Siswoyo (40) warga Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tersangka penipuan.

Pelaku menipu Muhammad Sabil (56), warga Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dari informasi yang didapat jatimnow.com, pelaku kenal baik dengan korban, Namun malah ditipu mentah-mentah.

"Awalnya memang saya berkenalan. Saya ingin pergi ke Korea. Tapi saya khilaf malah menipu korban," kata Siswoyo kepada jatimnow.com, Rabu (14/5/2018).

Siswoyo mengaku, cara penipuannya didapatkan dari internet. Yakni berlagak menjadi orang tua atau kyai yang bisa menggandakan uang.

Ia menjelaskan, uang bisa digandakan dengan cara harus didoakan, korban juga harus melakukan wirid, shalat lima waktu, puasa selama 21 hari dan lain-lain.

"Ya pokokknya cara Islam lah," katanya.

Ia mengaku, untuk menyakinkan korban, mengajak istri siri nya tinggal di rumah korban. Juga mengadu domba korban dengan anaknya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Termasuk saya gunakan media gentong. Jadi saya bohongi bahwa harus membayar uang sekian agar uangnya tambah banyak," katanya.

Sementara, Kapolsek Siman, AKP Dwi Agus Cahyono, menjelaskan, korban baru sadar ketika habis banyak. Apalagi setelah sadar, anaknya ngamuk.

"Korban itu jika mau membuka gentong tidak boleh. Alasannya kurang wirid. Suruh menambah mahar lagi," kata Kapolsek Siman, AKP Dwi Agus Cahyono.

AKP Agus--sapaan akrab AKP Dwi Agus Cahyono, mengatakan, korban sudah menganggap pelaku seperti saudara sendiri. Mahar yang diberikan mencapai Rp 12 juta.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Setiap mahar ada yang diberi Rp 3 juta, 2 juta. Ada pula yang sampai Rp 5 juta. Tapi nyatanya yang digentong uang mainan," katanya.

Dwi menjelaskan, anggotanya berhasil membekuk korban di Desa Manuk, Kecamatan Siman setelah sempat berkejaran.

Barang bukti yang diamankan, dua gentong, 1 udeng, 1 kain jarik, 1 hulek-hulek, 1 jubah putih dan uang mainan kertas seratus ribuan, lima puluh ribuan, dua puluh ribuan, sepuluh ribuan, lima ribuan, dua ribuan dan seribuan.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP, tentang penipuan," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.