Sabtu, 20 Jun 2026 18:29 WIB

Demokrat Tegaskan Tolak Incumbent untuk Pilwali Probolinggo 2024, Sakit Hati?

Logo Partai Demokrat. (Foto: demokrat .or.id for jatimnow.com)
Logo Partai Demokrat. (Foto: demokrat .or.id for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dari hasil Pemilu 2024, Partai Demokrat Kota Probolinggo kehilangan 2 kursi di DPRD Kota Probolinggo. Padahal sebelumnya, pada Pemilu 2019, partai berlambang mercy ini mampu mendongkrak 2 kursi.

Melihat perolehan hasil suara pileg dalam Pemilu 2024 ini, secara otomatis Partai Demokrat di Kota Probolinggo tidak bisa mengusung calon wali kota dan wakil wali kota sendiri untuk Pilkada November mendatang.

Baca Juga: Reno Zulkarnaen Lepas Posisi Sekretaris Demokrat Jatim

"Memang kami (Partai Demokrat) tidak bisa menjadi partai pengusung dalam pilkada, namun kami siap menjadi pendukung salah satu kandidat calon," kata Ketua DPC Demokrat Kota Probolinggo, Heru Istiadi, Selasa (23/4/2024) saat dihubungi.

Heru menyadari dalam pergulatan politik kemarin, partainya harus kehilangan kursi di DPRD, lantaran adanya 'serangan Soekarno-Hatta'. 

"Kalau sudah kena 'gambar Soekarno-Hatta' tatanan sosial yang telah ditanam di masyarakat sirna," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Ratusan Tukang Becak di Bangkalan Terima Bingkisan Sembako 

Terkait Pilwali Kota Probolinggo, pihaknya akan menentukan sikap politik dan arah dukungan terhadap salah satu kandidat calon yang seirama dengan Partai Demokrat dalam membangun kota ke depan.

"Kami tegaskan Demokrat tidak akan kembali mendukung Incumbent. Di luar itu, kami siap mendukung," tegas Heru.

Meski pada Pilwali 2019 lalu, kolaborasi 3 partai, yaitu Partai Demokrat, PKS dan PKB di Probolinggo berhasil mengantarkan pasangan Hadi Zainal Abidin dan Muhammad Saufis Subri menjadi wali kota dan wakil wali kota. 

Baca Juga: Demokrat Gelar Kongres 24-25 Februari, Surabaya Gadang AHY Ketum Lagi

Namun memang saat ini, pihaknya belum ada tawaran satu pun calon yang mendekati partainya untuk bisa menjatuhkan dukungan dalam Pilwali.

"Kami belum tahu siapa calon yang akan serius maju, karena belum ada komunikasi yang terbangun dengan Demokrat selama ini. Nanti kalau ada, kami akan dideklarasikan kepada publik," tandas Heru.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.