Rabu, 17 Jun 2026 13:09 WIB

3 Tahun Kinerja Eri Cahyadi Bikin Golkar Surabaya Kesengsem, Kode Opo Iki?

Eri Cahyadi saat menghadiri acara di DPD Partai Golkar Surabaya. (Foto: dok. jatimnow.com)
Eri Cahyadi saat menghadiri acara di DPD Partai Golkar Surabaya. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Kinerja Eri Cahyadi saat 3 tahun menjadi Wali Kota Surabaya membuat Partai Golkar kesengsem. Apalagi, Eri Cahyadi juga dikabarkan akan menerima penghargaan kategori Penyelenggaraan Pemerintahan terbaik se-Indonesia dalam puncak perayaan Otonomi Daerah (Otoda) Award yang digelar di Surabaya.

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni mengatakan, pihaknya turut bersyukur atas kepercayaan pemerintah pusat menggelar event nasional di Surabaya. Baik event puncak perayaan Natal beberapa waktu lalu maupun event puncak perayaan otonomi daerah Kamis (25/4/2024) besok.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Wali Kota Surabaya Mas Eri Cahyadi membuat kerangka kebijakan yang membuat Surabaya tetap harmoni di balik keberagaman suku dan agama. Inilah yang membuat pemerintah pusat memberikan kepercayaan terhadap Kota Surabaya untuk menggelar event-event pemerintahan nasional di Surabaya," ujar Toni, sapaan akrabnya, Senin (22/4/2024).

Ketua Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Surabaya itu juga menyinggung soal penghargaan yang akan diterima wali kota dalam puncak Otoda Award dengan kategori penyelenggara pemerintahan terbaik. Ia tak bisa menutupi betapa kesengsemnya pada hasil kinerja Eri Cahyadi.

Menurut dia penghargaan tersebut merupakan kado hari raya Idul Fitri bagi seluruh masyarakat Surabaya yang saat ini sedang merayakan hari kemenangan.

"Di masa Wali Kota Surabaya Mas Eri Cahyadi, partisipasi masyarakat untuk berkontribusi dalam pemerintahan terbuka lebar dan meningkat. Ini kepiawaian kepemimpinan yang menjadi trademark beliau. Sehingga penghargaan tersebut disamping untuk Mas Eri sendiri, juga apresiasi atas kolaborasi seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama dengan Pemkot Surabaya, mudah-mudahan dapat dipertahankan dimasa-masa yang akan datang, untuk itu saya terus dorong pentingnya keberlanjutan pemerintahan," jelasnya.

Meski periode wali kota dan wakil wali kota kali ini hanya 3,5 tahun, lanjut Toni, Eri Cahyadi sudah meletakkan dasar pemerintahan yang berbasis pada sistem kerja baku yang menjadi pedoman seluruh organisasi perangkat daerah dalam melaksanakan RPJMD. Sehingga tidak ada lagi ego sectoral antar organisasi perangkat daerah yang membuat program tidak bisa terlaksana dengan baik.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Kita lihat, seluruh kebijakan saat ini berlangsung dimulai dari hulu ke hilir, tidak berjalan sendiri-sendiri, salah satunya adalah soal penanganan stunting seluruh OPD bekerja secara kolaboratif sehingga mampu menurunkan angka stunting di kota Surabaya," jelasnya.

Lalu di awal Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjabat, Pemkot Surabaya juga langsung bekerja keras menangani pandemi Covid-19 yang melanda Surabaya dan Indonesia, sehingga APBD Surabaya dihabiskan untuk mengatasi persoalan tersebut. Sehingga program kerja lain belum bisa terlaksana karena keterbatasan anggaran.

"Jadi efektif Wali Kota Surabaya hanya bisa merealisasikan program dalam 2 tahun anggaran saja dalam 1 periode. Namun dalam periode singkat tersebut sudah banyak program kerakyatan yang telah terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya adalah hadirnya rumah sakit di Surabaya Timur yang akan beroperasi tahun ini, sehingga tidak ada lagi dikotomi layanan dasar kesehatan terhadap warga Surabaya," puji Toni.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Ketika disinggung mengenai keluhan pekerja kontrak di Surabaya, Toni mengatakan, pemerintah pusat melalui Kemenpan RB telah memberikan teguran kepada Pemkot Surabaya agar melakukan rasionalisasi terhadap membengkaknya tenaga kontrak yang ada di saat ini.

Namun demikian, meskipun rekrutmen tersebut dilakukan oleh pemimpin sebelumnya, Cahyadi terbukti mengambil jalan tengah agar warga Surabaya tetap bisa bekerja meski ada penyesuaian aturan mentri keuangan soal hak yang diterima.

"Kepala-kepala OPD mestinya bisa menjelaskan hal tersebut di lingkungan tenaga kontrak masing-masing. Sehingga tidak menimbulkan kesalahan kesimpulan oleh tenaga kontrak yang ada di Surabaya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.