Senin, 22 Jun 2026 02:58 WIB

Polisi Gagalkan Penerbangan 135 Balon Udara dalam Tradisi Kupatan di Trenggalek

Polres Trenggalek amankan balon udara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Polres Trenggalek amankan balon udara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan balon udara diamankan dalam perayaan tradisi kupatan massal di Trenggalek, Rabu (17/4/2024). Sebelumnya polisi telah memberi imbauan kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon ini dengan beberapa alasan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono mengatakan, petugas gabungan telah melakukan razia balon udara di sejumlah wilayah di Trenggalek. Pasalnya, dalam tradisi kupatan ini banyak masyarakat yang menerbangkan balon udara dan beberapa telah dipasang petasan.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Kami masih menemukan masyarakat yang nekat menerbangkan balon udara. Padahal kami sudah sering mengingatkan bahaya menerbangkan balon udara," ujarnya.

Dari hasil razia, polisi berhasil mengamankan total 135 buah balon udara dari warga. Beberapa diantaranya memiliki ukuran kecil hingga tinggi mencapai 20 meter.

“Disisi lain, kami juga menemukan beberapa balon udara yang diberi petasan. Dan tentu ini sangat berbahaya," jelasnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Balon udara ini membahayakan banyak orang. Jika balon udara terjatuh dalam kondisi api masih hidup dapat merusak rumah dan jaringan listrik.

“Bahkan dapat membahayakan lalu lintas udara," tegasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Gathut mengungkapkan, warga yang didapati menerbangkan balon udara saat ini belum dilakukan tindakan tegas. Namun, polisi melakukan upaya pendekatan preventif kepada warga agar tidak menerbangkan balon udara.

“Untuk proses hukum kami belum kesana. Kami masih memberikan pendekatan dan edukasi kepada warga," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.