Kamis, 18 Jun 2026 09:02 WIB

Saat Tradisi Kupatan Massal Trenggalek, Arumi Bachsin Mengaku Kangen..

Emil Dardak dan Arumi Bachsin saat mengikuti tradisi kupatan masal di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Emil Dardak dan Arumi Bachsin saat mengikuti tradisi kupatan masal di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tradisi kupatan massal di Desa/Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, ternyata menarik antusias masyarakat luas. Termasuk, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dan istrinya, Arumi Bachsin yang turut hadir merasakan keseruan tradisi ini. Kupatan ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Kedatangan Emil Dardak dan Arumi Bacshin di tradisi kupatan massal Trenggalek bukanlah yang pertama kali. Kegiatan ini sudah mereka lakukan sejak belum menjadi Bupati Trenggalek. Setiap tahun mereka selalu menyempatkan hadir dalam tradisi tersebut.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Sebenarnya setiap Lebaran ke-7, kami sempatkan datang ke Trenggalek untuk sowan ke Dzurriyah Mbah Mesir, pencetus tradisi kupatan di Ponpes Babul Ulum. Ini sudah kami lakukan sejak dulu, sebelum menjadi Bupati Trenggalek dan sampai sekarang tetap masih bisa kami lakukan," ujar Emil, Rabu (17/04/2024).

Tradisi kupatan massal di Trenggalek memberikan kesan tersendiri bagi Emil Dardak dan Arumi Bacshin. Maka dari itu, mereka sebisa mungkin tidak melewatkan tradisi kupatan Trenggalek yang digelar setiap Lebaran ke-7.

"Ini tradisi sangat unik dan kami bisa melakukan silaturahmi kepada Dzuriyyah Mbah Mesir. Tadi kami juga menyampaikan salam Ibu Khofifah kepada keluarga pondok," paparnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Sementara itu, Arumi Bachsin menilai, terdapat keunikan pada momentum lebaran di Trenggalek. Setiap awal lebaran, Trenggalek itu terkesan sepi. Namun, pada lebaran ke-8, jalanan di Trenggalek malah mengalami kemancetan karena ada sebuah tradisi kupatan masal yang sudah ada sejak ratusan tahun silam.

"Dulu ketika saya ke Trenggalek jadi mengenal ada tradisi kupatan. Dan kami mencoba rutinkan untuk datang setiap Lebaran ke-7," paparnya.

Baca Juga: Kota Kediri Dipilih Jadi Lokasi Perkemahan Wirakarya Jatim, 3 RTLH Bakal Direhab

Pada momen perayaan tradisi kupatan massal di Durenan, Trenggalek, Arumi Bachsin kangen dengan kuliner khasnya, yakni ketupat dengan ayam lodho khas Trenggalek.

"Kuliner yang buat saya kangen, sudah pasti ketupat dan ayam lodhonya yang sangat enak," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.