Kamis, 18 Jun 2026 08:58 WIB

Tradisi Kupatan Peninggalan Mbah Mesir di Durenen Trenggalek, Berbeda Lho Cah!

Warga berebut ketupat di acara kupatan masal di Desa Durenan Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga berebut ketupat di acara kupatan masal di Desa Durenan Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan warga memeriahkan tradisi kupatan massal di Desa/Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Tradisi tersebut sudah berusia ratusan tahun dan tetap eksis hingga saat ini.

Tradisi kupatan masal tersebut dikemas dalam bentuk arak-arakan yang diikuti ratusan masyarakat. Terdapat dua tumpeng raksasa yang berisi kupat dan sayur mayur.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Santri dan masyarakat kemudian mengarak tumpeng kupat raksasa menuju ke Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan. Di sana, pengasuh pondok memberikan doa keselamatan untuk para santri dan seluruh masyarakat.

Setelah itu, masyarakat kembali mengarak tumpeng kupat raksasa menuju ke lapangan yang tak jauh dari pondok, untuk diperebutkan dengan suka ria.

Pengasuh Ponpes Babul Ulum, KH Abdul Fattah Mu'in mengatakan tradisi kupatan pertama kali dilakukan dalam satu rumah di lingkup ponpes. Namun, sampai ke generasi keempat, tradisi kupatan sudah berkembang hingga masyarakat luas.

"Tradisi kupatan ini sudah diperingati sejak 200 tahun lalu. Dimulai dari kakek saya yakni Mbah Mesir," ujarnya, Rabu (17/4/2024).

Pihak keluarga pondok memiliki tradisi untuk melakukan puasa Syawal selama 6 hari. Setelah itu mereka baru menggelar open house di hari kedelapan bulan Syawal. Dalam tradisi ini ketupat selalu menjadi hidangan untuk menjamu para tamu yang hadir.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Jadi dulu keluarga pondok itu selalu menjalankan puasa sunah selama 6 hari setelah Lebaran. Baru di hari ke-7, keluarga pondok membuka silaturahmi dan menyediakan hidangan ketupat," paparnya.

Kiai Mu'in menjelaskan, ada perbedaan yang mendasar dalam pelaksanaan tradisi kupatan di Durenan dengan daerah lainya dan tidak bisa ditiru. Yakni, silaturahmi kepada kiai dan antar masyarakat.

"Kalau di daerah lain, tradisi kupatan dilakukan dengan hiburan. Jadi kalau tidak ada hiburan, ya tidak ada yang mau datang," jelasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Sementara itu, salah satu warga asal Blitar, Dewi mengatakan telah mengikuti tradisi kupatan masal di Durenan sebanyak tiga kali. Dia mengikuti tradisi kupatan bersama keluarganya.

"Tradisi ini sangat unik. Selain itu kami juga bisa sowan kepada kiai pondok," ucapnya.

Saat berebut kupat di tumpeng raksasa, Dewi juga berhasil mendapatkan beberapa ketupat dan sayur. Rencananya, ketupat akan dibagikan kepada keluarga yang ada di rumah.
"Setelah ini kami langsung kembali pulang dan membagikan kupat kepada keluarga," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.