Minggu, 07 Jun 2026 00:38 WIB

DBD Ancam Warga Kabupaten Kediri, 2 Anak Meninggal

  • Penulis :
  • | Senin, 01 Apr 2024 13:01 WIB
Pelayanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pelayanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) mengancam warga Kabupaten Kediri, pada awal 2024 ini. Hingga akhir Maret sudah ada ratusan orang terjangkit, dua di antaranya meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro mengatakan, dua korban merupakan anak berusia empat dan enam tahun. Mereka meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

"Dua pasien meninggal dalam kondisi DSS dan dibawa ke rumah sakit saat fase kritis. Ada keterlambatan," ungkap dr. Bambang Triyono, pada Selasa (1/4/2024).

Masih kata dr. Bambang, terkadang orang tua kurang waspada. Saat anak mereka mengalami gejala panas tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Saat anak mengalami gejala panas 2-3 hari tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan, tetapi hanya diberi obat, lalu panasnya turun. Nah, panas pada hari ke-4 dan ke-5 itulah fase kritis,” terang dr. Bambang.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Tidak hanya faktor cuaca hujan, tingginya kasus DB di Kabupaten Kediri ini juga dipengaruhi oleh tingkat aktifasi kader juru pemantau jentik (jumantik) dan masyarakat. Hal ini berbanding lurus dengan angka bebas jentik.

dr. Bambang mengakui angka bebas jentik di Kabupaten Kediri di bawah ideal. Hasil pemantauan petugas sampai akhir 2023 menunjukkan angka bebas jentik baru 80 persen.

"Diakui angka bebas jentik kita di bawah rata rata. Idealnya 95 persen. Kita masih 80 persen. Ini tugas kader dan peran pemdes," ungkap dia.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Untuk meningkatkan angka bebas jentik nyamuk ini, kata dr. Bambang, bisa dilakukan dengan berbagai program. Mulai dari gerakan satu rumah satu jumantik, program abatisasi (pemberian obat abate) juga program ikanisasi (pemberian ikan sebagai predator jentik nyamuk).

"Ada program ikanisasi. Tetapi itu diambil oleh desa. Lalu, gerakkan satu rumah satu jumantik. Termasuk ke sekolah-sekolah. Karena kalau dilihat dari usia penderita DB ini diantara 4-14 tahun. Sehingga kita dorong sekolah untuk berperan aktif," tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.