Selasa, 30 Jun 2026 14:18 WIB

Dukung UMKM Go Global, BI Kediri Gelar Karya Kreatif Mataraman x DIGIMAFest

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 27 Jun 2026 10:08 WIB
Pembukaan karya kreatif mataraman x DIGIMA fest di Kediri. (Foto: BI Kediri for jatimnow.com)
Pembukaan karya kreatif mataraman x DIGIMA fest di Kediri. (Foto: BI Kediri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri resmi membuka gelaran Karya Kreatif Mataraman (KKM) yang diintegrasikan dengan DIGIMAFest 2026. Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi yang Berkelanjutan”, festival tahunan ini berlangsung selama tiga hari di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, mulai Jumat (26/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026).

Event ini menjadi bagian strategis dari rangkaian agenda nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) serta Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam menyukseskan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI).

Baca Juga: Pemerintah Tempatkan Lagi Rp281 T di Bank demi Jaga Likuiditas dan Pertumbuhan Kredit

Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, menegaskan bahwa digitalisasi dan penguatan pasar ekspor menjadi kunci utama bagi produk lokal untuk bersaing di kancah internasional.

"Inovasi digital dan penguatan pasar ekspor sangat penting bagi UMKM unggulan yang bergerak di sektor kreatif seperti kain tradisional, craft, kopi, dan pangan olahan. Produk-produk ini tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya lokal, tetapi punya potensi besar bersaing di pasar global," ujarnya.

Bukan sekadar pameran, KKM x DIGIMAFest 2026 merupakan buah sinergi BI Kediri bersama 13 Pemerintah Kota dan Kabupaten di wilayah eks Keresidenan Kediri dan Madiun. Fokus utamanya adalah mendongkrak kapasitas UMKM sektor produk kreatif, kuliner, dan ketahanan pangan agar mampu menembus pasar ekspor dan menyokong sektor pariwisata daerah.

Baca Juga: Program Rumah BUMN di Rembang, SIG Dorong Ratusan UMKM Naik Kelas

Yayat juga menambahkan pentingnya komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

BI Kediri telah bergerak sejak Januari hingga Juni 2026 melalui berbagai program pra-event. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pelatihan intensif, pendampingan kelompok tani untuk ketahanan pangan, edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, hingga memfasilitasi business matching bagi berbagai komoditas.

Melalui jembatan bisnis (business matching) ini, BI Kediri berharap pelaku UMKM dapat naik kelas secara kualitas maupun kapasitas produksi guna menembus pasar nasional dan global.

Baca Juga: Pertumbuhan UMKM di Malang Dorong Kenaikan Penyaluran Pinjaman

"Melalui event ini diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk menguatkan ekonomi lokal berbasis digitalisasi dan keberlanjutan di wilayah Mataraman," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Nyaris Tuntas, 95 Persen Jemaah Haji Tiba via Debarkasi Surabaya

Progres pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya telah mencapai 95 persen (42.013 orang). PPIH mencatat 17 jemaah masih dirawat di Arab Saudi dan 77 orang wafat.

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.