Sabtu, 20 Jun 2026 02:19 WIB

Kecelakaan Laut Tinggi, Banyak Nelayan Prigi Trenggalek Enggan Pakai Pelampung

Perahu nelayan saat bersandar di Prigi Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Perahu nelayan saat bersandar di Prigi Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meski kecelakaan laut di Trenggalek sering terjadi, namun kepedulian nelayan terhadap alat keselamatan masih jauh dari harapan. Mereka masih enggan menggunakan pelampung saat melaut.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi Trenggalek, Ririn Sugihariyati, mengaku prihatin atas kondisi ini. Kecelakaan laut di Prigi kerap merenggut nyawa, namun mereka masih enggan menggunakan alat keselamatan. Alasan utama nelayan adalah kesulitan beraktivitas di atas kapal dengan jaket pelampung.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Banyak nelayan merasa keberatan membawa alat keselamatan saat melaut," ujarnya, Kamis (28/3/2024).

Meski begitu pihak PPN terus berusaha memberikan sosialisasi tentang pentingnya alat keselamatan. Setiap kapal nelayan diwajibkan memiliki Sertifikat Penangkap Ikan (SIPI), yang mewajibkan pula nelayan memiliki Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan (SKKP).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"SKKP itu mewajibkan nelayan memiliki alat keselamatan. Jadi, seharusnya mereka menggunakannya saat melaut," paparnya.

Dari sekitar 600 kapal nelayan di PPN Prigi Trenggalek, hanya 35 persen yang sudah memiliki SIPI. Izin ini bisa dicabut jika nelayan melanggar aturan keselamatan.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

“Pengawasan memang masih perlu ditingkatkan. Kami akan terus menekankan pentingnya alat keselamatan kepada para nelayan," pungkasnya.

Sebelumnya sebuah kecelakaan laut terjadi di Trenggalek, Selasa (26/3/2024). Peristiwa ini dialami oleh Kapal Rizky Bharokah milik Kaseri, nelayan Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kemudi kapal tersebut mengalami kerusakan sehingga kapal menabrak batu karang dan pecah. Pemilik kapal ditemukan tewas sedangkan satu anak buahnya belum ditemukan hingga saat ini.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.