Senin, 22 Jun 2026 16:37 WIB

Kader Gerindra Gandeng MAKI Jatim Usut Dugaan Manipulasi Suara Caleg di Surabaya

Jumpa pers kejanggalan suara hasil Pileg Surabaya, Heru Satrio (kiri) dan Edy Sucipto (kanan) (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Jumpa pers kejanggalan suara hasil Pileg Surabaya, Heru Satrio (kiri) dan Edy Sucipto (kanan) (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim menerima laporan dugaan manipulasi suara calon legislatif (Caleg) di Surabaya. Laporan tersebut ia dapat dari berbagai pihak di masing-masing daerah pemilihan (Dapil).

Ketua MAKI Jatim Heru Satrio mengatakan, MAKI Jatim selama empat pekan terakhir memang menjadi tempat pengaduan kecurangan suara.

Baca Juga: PKB Ingatkan Kualitas Caleg, Halim: Pemain Cadangan Siap Gantikan Incumbent

"Dari beberapa laporan yang masuk kami coba pilah berkaitan dengan bukti yang ada," kata Heru Satrio dalam jumpa pers di Sutos, Surabaya, Rabu (20/3/2024).

Heru menambahkan, MAKI Jatim sebagai lembaga swadaya masyarakat merasa terpanggil turut terlibat dalam penentuan pesta demokrasi agar lima tahun mendatang, para wakil rakyat bisa menjalankan tugas secara maksimal, tidak korup dan tidak salah jalan di awal.

"Semangat pemberantasan korupsi itu kita juga harus masuk berbagai lini termasuk dalam proses pesta demokrasi yang ada," kata dia.

Lebih lanjut Heru menduga ada rekayasa massif di tubuh salah satu partai besar di Surabaya. Ia juga membawa saksi pelapor dalam kesempatan ini.

"Data bukti otentik yang ada saat ini adalah mengarah pada..." ujarnya seraya menyebutkan nama partai itu.

Ia menegaskan tidak menjustifikasi partai itu. Namun pihaknya merasa miris jika tindakan rekayasa politik benar-benar terjadi lewat manuver C1 Plano ke DAA1.

MAKI Jatim bahkan sudah mempersiapkan pengawalan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengikuti prosedur hukum yang ada sesuai aturan PKPU.

Edy Sucipto, Caleg Dapil 3 Surabaya dari Partai Gerindra bersama Ketua Gerindra Surabaya Cahyo Harjo (tangkapan layar IG @edysucipto_04)Edy Sucipto, Caleg Dapil 3 Surabaya dari Partai Gerindra bersama Ketua Gerindra Surabaya Cahyo Harjo (tangkapan layar IG @edysucipto_04)

Baca Juga: Pimpinan DPRD Bangkalan Definitif Dilantik, Dedy Yusuf jadi Ketua

Sedangkan saksi pelapor bernama Edy Sucipto, Caleg Dapil 3 Surabaya dari Partai Gerindra Surabaya turut menyatakan sikap di moment tersebut.

"Sebenarnya pelaporan saya itu tidak mengarah ke satu partai atau salah satu calegnya. Saya pesimis saja ke depan kalau penyelenggara Pemilu dapat diatur-atur," tegas Edy.

Edy bercerita, dalam grup WhatsApp muncul pemberitahuan tentang penggelembungan suara di TPS Sukolilo saat proses penghitungan. Di mana C1 salinan saat dipindahkan DAA1 suaranya bertambah. Masing-masing TPS terjadi kenaikan suara 5-15 suara.

"Saya pikir kesalahan tulis, kalau PPK-nya ngantuk di 1 atau 2 TPS mungkin nggak apa-apa. Namun begitu kita cek ternyata hampir di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Bulak itu masih terjadi penambahan suara," katanya.

Ia kemudian melaporkan kejadian penggelembungan ini ke Bawaslu Surabaya. Edy terus berjuang meluruskan penyelenggara suara.

Baca Juga: 9 Fraksi Diprediksi Huni DPRD Jatim Periode 2024-2029

Setelah itu dilakukan rekapitulasi ulang. Seluruh nama yang ia sebut dalam laporan, suaranya langsung turun. Terutama di Wonocolo dan Sukolilo.

Yang suaranya belum normal atau belum turun adalah di TPS Kawasan Bulak, Gunung Anyar, Rungkut Menanggal dan Tenggilis.

"Saya tidak pernah mau menyerang partai atau calon tertentu," tandas Edy.

Ia berharap ada klarifikasi dari pihak penyelenggara Pemilu terkait kasus ini. Sementara untuk pelaporan, Edy menegaskan bertujuan untuk memberikan efek jera.

"Target saya di sini pelaporan saya dengan tegas saya tulis ini adalah pidana Pemilu sesuai UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang penyelenggara Pemilu. Jadi tegas tuntutan saya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.